EKSPOSKALTIM, Mahulu - Selain destinasi wisata Kabupaten Mahulu, Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Dishubpar) Kabupaten Mahulu bakal mengembangkan Flora dan Fauna yang ada di daerah otonom baru ini.
Hal tersebut didasari karena maraknya penangkapan binatang di daerah ini baik itu yang hidup di darat, air, maupun air dan darat (Amphibi). Olehnya, perlu langkah strategis agar habitat binatang tersebut tidak punah.
Disebutkan, sejauh ini pihaknya telah menyiapkan tempat khusus pengelolaan pengembangan Flora dan Fauna ini di Sungai Tepi Kecamatan Long Pangai, Kabupaten Mahulu.
"Disitu kita bisa melihat nantinya Flora dan Fauna yang lengkap," kata Petrus Juk, Kepala Bidang Promosi Pariwisata Dishubpar Kabupaten Mahulu, saat ditemui di kantornya di Long Bagun, Kamis (13/10/2016).
Dalam teknis pengelolaannya nanti, masyarakat tidak diperkenangkan untuk menggunakan alat modern dalam melakukan penangkapan binatang air dan darat, namun harus menggunakan alat tradisional.
"Nanti kita akan menetralisir yang akan melakukan penangkapan binatang-binatang itu," tukasnya.
Petrus berharap, rencana maupun program yang akan dilakukan ini bisa berjalan sesuai apa yang diharapkan, demi kemajuan Kabupaten Mahakam Ulu sebagai daerah otonom baru. (Adv)

