PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Dikeluhkan Wali Murid, Yayasan Vidatra Akhirnya Revisi Aturan Antar-Jemput Siswa

Home Berita Dikeluhkan Wali Murid, Ya ...

Dikeluhkan Wali Murid, Yayasan Vidatra Akhirnya Revisi Aturan Antar-Jemput Siswa
Kondisi siswa SD Vidatra yang viral usai jalan kaki dari Pos Penjaga HOP 3 ke dalam sekolah. (Istimewa)

EKSPOSKALTIM, Bontang – Yayasan Vidatra merevisi skenario rekayasa lalu lintas dan akses antar-jemput siswa, setelah sejumlah wali murid SD Vidatra mengeluhkan anaknya harus berjalan kaki dari Pos Penjagaan Hop 3 hingga ke dalam sekolah.

Revisi kebijakan ini berlaku hingga 2 Oktober 2026 dan akan terus dievaluasi untuk memastikan keamanan serta kelancaran lalu lintas di kawasan sekolah yang berada di area vital nasional PT Badak NGL.

Ketua Umum Yayasan Vidatra, Randy Arya Putra, mengatakan perubahan ini terpaksa dilakukan karena adanya pelanggaran yang dilakukan pengendara dari luar area PT Badak.

“PT Badak kan area vital negara, jadi memang keamanannya dipertimbangkan. Kami menerima data, banyak pelanggaran yang terjadi oleh kendaraan dari luar area, karena di PT Badak ada beberapa aturan yang harus dipatuhi pengendara,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).

Randy menyebut, salah satu perubahan paling krusial adalah PT Badak NGL tidak lagi memberikan stiker izin masuk kendaraan bagi orang tua atau pengantar siswa di lingkungan Yayasan Vidatra.

“Perubahan ini kami lakukan dengan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Menyiapkan 4 Bus Shuttle dan Buka Kembali Pos HOP

Untuk membantu mobilisasi siswa SMP dan SMA, yayasan menyediakan empat unit bus. Dua bus merupakan armada yang telah beroperasi, sementara dua lainnya merupakan tambahan.

Bus akan menjemput siswa dari tiga titik: halte depan SD YPVDR, depan Gereja Katolik Santo Yosef, dan halte Kantor Keamanan Kampung Baru.

Layanan tersebut berlaku mulai Kamis (1/10/2026), dengan Pos HOP di Jalan AR Hakim yang kembali difungsikan seperti semula sebagai akses keluar-masuk kendaraan.

Jam operasional Pos HOP dibuka tiga sesi: pukul 06.00–07.00 WITA, 12.00–13.00 WITA, serta 16.00–20.00 WITA.

Skema Antar-Jemput SD Dibedakan Berdasarkan Arah Kedatangan

Sementara untuk siswa SD, pengantar dan penjemput yang datang dari arah Pisangan, Jalan AR Hakim, dan Jalan Parikesit diarahkan menggunakan akses tambahan melalui PC-6C. Jalan di kawasan PC-6C juga diberlakukan dua arah.

Pintu akses PC-6C dibuka pukul 06.00–07.00 WITA, kemudian kembali dibuka pukul 11.30–13.30 WITA.

“Pengantar jemput siswa dari arah Pisangan dan Jalan Parikesit akan diarahkan untuk masuk dari jalan di PC-6C dan akses melalui pintu pagar PC-6C untuk antar dan jemput tanpa perlu menukar identitas dengan badge pengunjung,” jelas Randy.

Adapun orang tua atau pengantar siswa SD yang datang dari arah Pos ATM maupun Pos Kampung Baru, wajib menukarkan KTP dengan lencana pengunjung dan diarahkan menurunkan serta menjemput siswa di area Aula SD.

Ia menegaskan, pengantar tidak diarahkan mengakses pintu atau area depan SD YPVDR. Jika tetap masuk melalui akses depan sekolah, akses kendaraan akan dialihkan menuju PC-6C dan berpotensi menyebabkan identitas yang sebelumnya ditukar di pos masuk, tidak dapat ditukar kembali di lokasi tersebut.

Untuk mengenalkan siswa yang datang dari kawasan perumahan PC, akses menuju area Aula SD maupun area depan sekolah tetap dapat digunakan dengan mengikuti rekayasa lalu lintas yang telah ditetapkan.

Khusus pengguna non-pekerja yang ingin menggunakan Pos HOP, Randy mengingatkan agar memperhatikan jadwal buka-tutup pos serta tetap menukar identitas dengan lencana pengunjung.

Siswa SMP-SMA Diimbau Naik Bus atau Sepeda

Untuk siswa SMP dan SMA, yayasan pada dasarnya menyediakan layanan shuttle bus sebagai moda transportasi menuju sekolah.

"Tapi untuk orang tua siswa yang ingin mengantar langsung ke sekolah bisa menitipkan kartu identitas dengan menggunakan badge pengunjung," bebernya.

Khusus siswa SMA YPVDR yang membawa kendaraan bermotor, akses masuk diperbolehkan melalui Pos SD dan Pos Kampung Baru dengan menukarkan KTP menggunakan badge pengunjung, dengan catatan wajib membawa SIM dan STNK.

Untuk sistem kepulangan, siswa SMP dan SMA kembali menggunakan shuttle bus menuju depan Gereja Katolik Santo Yosef dan halte Kampung Baru. Layanan ini berlangsung Senin-Kamis pukul 15.15-16.00 WITA, sedangkan Jumat pukul 11.30-12.00 WITA.

Yayasan juga mengimbau siswa SMP dan SMA yang tinggal tidak jauh dari sekolah untuk menggunakan sepeda atau program _bike to school_.

Uji coba rekayasa lalu lintas akses dan masuk ke sekolah akan terus dievaluasi hingga 2 Oktober, sampai tercapai kondisi yang aman bagi lalu lintas di area PT Badak, tandasnya.

 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :