PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Sinyal Jaringan Sulit, Balita Korban Ketinting Karam Berhasil Ditemukan

Home Berita Sinyal Jaringan Sulit, Ba ...

Sinyal Jaringan Sulit, Balita Korban Ketinting Karam Berhasil Ditemukan
Tim SAR saat mengevakuasi jasad korban terakhir ketinting karam di sekitar muara sungai Kuala 1, Bulungan, sore tadi. (Dok Basarnas Kaltimra)

EKSPOSKALTIM, Bulungan Tim rescue gabungan yang melakukan operasi pencarian sejak pagi tadi berhasil menemukan korban terakhir ketinting yang karam di sekitar muara Sungai Kuala 1, Bulungan, Kaltara sekira jam 4 sore tadi. 

“Korban Azizah berusia dua tahun kami temukan dalam kondisi meninggal dunia,” jelas Kepala Basarnas Kaltim/Kaltara Mujiono didampingi Kasi Ops Octavianto. 

Kronologis penemuan, kata Octa, berawal dari dua tim search and rescue unit (SRU) melakukan pencarian ke arah hilir dan hulu sungai Kuala menemukan sesosok benda yang mencurigakan sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

Korban ditemukan dengan menggunakan baju merah dan celana berwarna hitam. “Mengambang di permukaan air,” sambung Octa. 

Korban sendiri telah dievakuasi menuju Tanjung selor dan saat ini telah dibawa ke rumah sakit umum Bulungan. “Dengan ini operasi SAR kami nyatakan ditutup. Mengenai kendala selama pencarian, sinyal komunikasi seluler di lokasi pencarian sangat sulit,” jelas Octa.

Sebelumnya, kapal ketinting yang mengangkut delapan orang penumpang karam di sekitar perairan Sungai Kuala 1 Bulungan, Kaltara pada Selasa (4/7) kemarin.  

Setengah jam kemudian, sebuah rigid inflatable boat (RIB) atau speed boat dari pos SAR Tarakan diberangkatan ke lokasi kejadian guna evakuasi.

“Kami terima informasi laka air (kecelakaan perairan) dari KP3 (Polres) Bulungan di muara sungai. Anggota kami dari pos SAR Tarakan telah kami gerakkan untuk tindakan awal, sejauh ini korban tersisa dua orang yang masih dalam pencarian,” jelas Kepala Basarnas Kaltim/Kaltara Mujiono didampingi Kasi Ops Octavianto.  

Dari analisis sementara pihak Basarnas, kapal kayu bermesin 6,5 PK tersebut karam akibat dihantam gelombang besar. “Saat perjalanan dari Desa Apung menuju Tias. Setelah sampai di sekitar Sungai Kuala 1 karena gelombang besar mengakibatkan perahu oleng dan terbalik,” kata dia. 


Editor : Benny Oktaryanto
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :