Lonjakan kasus suspek campak di Balikpapan mendorong pemerintah kota meminta pasien menjalani isolasi mandiri untuk menekan penularan pasca-Lebaran.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran campak setelah jumlah kasus suspek mencapai sekitar 200 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan isolasi mandiri selama sekitar dua pekan menjadi langkah utama untuk memutus rantai penularan.
“Isolasi mandiri penting untuk memutus rantai penularan campak di tengah tingginya mobilitas masyarakat pasca-Lebaran,” ujarnya, Jumat (27/3).
Menurutnya, campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular melalui udara, terutama saat penderita batuk atau bersin. Penularan berisiko lebih tinggi pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap serta individu dengan daya tahan tubuh rendah.
Meski sebagian kasus menunjukkan gejala ringan, Dinkes mengingatkan penularan dapat terjadi dengan cepat di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Sebagian besar kasus suspek, kata Alwiati, terdeteksi melalui pemantauan di fasilitas kesehatan. Namun hingga kini, Balikpapan belum masuk kategori daerah endemis yang memerlukan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dari pemerintah pusat.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes menggencarkan program kejar imunisasi bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak secara lengkap.
Selain itu, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat juga diperkuat, terutama terkait kebiasaan kontak fisik saat momen silaturahmi.
Kebiasaan menyentuh atau mencium bayi tanpa mencuci tangan menjadi perhatian, karena berpotensi menjadi jalur penularan virus tanpa disadari.
Dinkes juga telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan kepada fasilitas kesehatan dan masyarakat untuk meningkatkan deteksi dini serta mempercepat penanganan kasus.
Layanan pengobatan disediakan secara gratis di fasilitas kesehatan. Pasien diminta beristirahat penuh dan menghindari kontak dengan orang lain selama masa pemulihan.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada dengan menerapkan langkah sederhana, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan melengkapi imunisasi anak, guna menekan penyebaran campak di wilayah tersebut.


