Jumlah penumpang terus merosot dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan di musim mudik Lebaran.
EKSPOSKALTIM, Samarinda - Sebanyak lima perusahaan otobus (PO) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menghentikan operasional layanan rute Samarinda–Bontang dan Samarinda–Sangatta akibat penurunan jumlah penumpang yang terus terjadi.
Koordinator Terminal Lempake Samarinda, Suharyanto, mengatakan lima PO tersebut terdiri atas dua operator rute Samarinda–Bontang, yakni Bus Gelora dan Damri, serta tiga operator rute Samarinda–Sangatta, yakni Bus Suma Karya, Damri, dan Bus Tujuh Saudara.
Menurutnya, seluruh PO tersebut sebenarnya masih mengantongi izin trayek pergi-pulang (PP). Namun, penurunan jumlah penumpang dalam beberapa tahun terakhir membuat operasional tidak lagi seimbang dengan biaya yang harus ditanggung.
“Izin trayek berlaku lima tahun. Saat diperpanjang, kondisi penumpang masih ramai. Tapi sekarang terus menurun, sehingga tidak menutup biaya operasional,” ujarnya di Samarinda, Rabu (18/4).
Ia menambahkan tren penurunan ini juga berdampak pada konsolidasi perusahaan. Salah satunya PO Tujuh Bersaudara yang kini dilebur dengan Jahe Raya karena satu kepemilikan, dan beroperasi dengan nama baru, PO Putra Jahe.
Saat ini, untuk rute Samarinda–Bontang tersisa tiga PO yang masih aktif, yakni Bone Indah Jaya, Arafat Jaya, dan Sapu Lidi. Sementara untuk rute Samarinda–Sangatta, terdapat empat PO yang masih beroperasi, yaitu Putra Jahe, Bone Indah Jaya, Arafat Jaya, dan Setia Mas.
Suharyanto menyebut kondisi saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Pada masa penumpang masih tinggi, setiap trayek bisa diisi sedikitnya 35 unit bus dengan rata-rata lebih dari 20 penumpang per kendaraan.
Kini, jumlah keberangkatan menurun drastis. Dalam kondisi normal, hanya terdapat dua hingga tiga keberangkatan per trayek, dengan jumlah penumpang maksimal sekitar 20 orang per bus.
Penurunan ini, lanjutnya, dipicu peralihan masyarakat ke kendaraan pribadi. Bahkan pada periode mudik Lebaran, peningkatan penumpang hanya terjadi pada hari-hari tertentu, sementara di luar itu kondisi tetap sepi.


