EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Ancaman gerakan radikalisme yang mulai massif berkembang di sejumlah daerah, menjadi perhatian pemerintah.
Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat salah satunya. Warga pendatang yang menetap di wilayah ini mendapat pengawasan dari petugas setempat.
Baca: Debat Terakhir Pilgub Kaltim Usung 3 Tema Bahasan
“Kami minta 12 Ketua RT di Kanaan untuk pantau warga baru di wilayahnya,” kata Lurah Kanaan, Dedy S Marpaung saat ditemui wartawan di kantornya.
Lurah Dedy menjelaskan, warga Kanaan mayoritas didominasi penduduk lama. Sehingga, pengawasan atas pendatang baru tak sulit.
Para pendatang, kata dia, banyak menghuni rumah sewa yang tersebar di Kanaan. Mereka rata-rata pekerja di tambang batu bara di wilayah Kutai Timur.
Pengawasan yang dilakukan, cukup mewajibkan setiap pendatang untuk melapor ke ketua RT. Sejauh ini, petugas setempat intens mendata para pendatang ini.
“Jumlahnya sih tak banyak, sekitar ratusan setiap tahunnya. Tapi beberapa ada yang kembali karena telah selesai bekerja atau mencari penghidupan di daerah lainya,” ungkap Lurah Dedy.
Baca: Lurah Kanaan Bontang Bantah Daerahnya Rawan Kriminal
Pihaknya pun tak sekali mengimbau ketua RT dan warga untuk melaporkan setiap pendatang baru. Melalui cara persuasif, penghuni baru pun tak keberatan melapor ke petugas.
Sementara ini, tak ada aktivitas mencurigakan dari para pendatang. Mereka sejauh ini dapat didata oleh para ketua RT.
Lebih lanjut, jelang arus mudik lebaran ini pihaknya pun lebih sering memantau ke lapangan. Memastikan tak ada pendatang liar yang berpotensi membahayakan. (Adv)
Video APDESI Bone Ngadu Soal Data Rastra ke DPRD
ekspos tv

