PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Anggota DPRD Kaltim Prihatin Banjir dan Longsor yang Terjadi di Balikpapan

Home Berita Anggota Dprd Kaltim Priha ...

Anggota DPRD Kaltim Prihatin Banjir dan Longsor yang Terjadi di Balikpapan
Anggota DPRD Kaltim Irwan Faisyal. (Ist)

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Banjir yang merendam Balikpapan, mengundang perhatian anggota DPRD Kaltim Irwan Faisyal. 

Serupa banjir, saat hujan tiba, kasus tanah longsor juga kerap terjadi di beberapa titik Kota Minyak.  

Yang baru terjadi, di Jalan Nur Eka Rt 17/112 Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan. Satu kepala keluarga (KK) yang beranggotakan empat jiwa mengungsi akibat kejadian ini.

"Selain merugikan warga yang tertimpa musibah hal ini juga menjadi kekhawatiran warga sekitar jika longsor susulan kembali terjadi," jelas politikus asal Dapil Balikpapan ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan menyebut, tanah longsor diakibatkan hujan deras mengakibatkan pergeseran tanah pada pondasi dan mengakibatkan rumah roboh.

Dampak yang ditimbulkan, atap rumah sudah menyentuh atap rumah bagian belakang. Langkah yang diambil, warga sekitar bergotong royong membongkar rumah yang pada akhirnya roboh tersebut.

Di Balikpapan banjir yang terjadi tak hanya melanda daerah pinggiran. Namun di kawasan kota seperti Jalan MT Haryono tampak terendam air.  

Jika intensitas hujan yang cukup tinggi dengan durasi yang cukup panjang, kata Irwan, proses terjadinya genangan air akan lebih sulit diatasi jika tidak segera mengambil tindakan

Menurut politikus Golkar ini dibutuhkan kajian mendalam untuk mengantisipasi meningkatnya debit air yang saat ini terus meningkat.

“Sebagai bentuk antisipasi, pemerintah perlu membuat detail engineering design (DED) dan rencana kajian untuk mengatasi banjir yang saat ini lebih sering datang,” ungkap Irwan. 

Selain memberikan saran, Irwan juga mengapresiasi langkah pemerintah yang telah berupaya mengatasi banjir dengan melakukan pelebaran drainase dan sedimentasi atau pengerukan alur sungai.

Meskipun menurutnya usaha tersebut tidak sepenuhnya mampu meredam datangnya banjir.

Ia berharap, kejadian banjir parah seperti yang terjadi pada Selasa (29/8) lalu menjadi acuan pemerintah untuk melakukan kajian dan strategi yang tepat guna mencarikan solusi permasalahan banjir agar tidak semakin parah dan meluas. (adv)


Editor : Fariz Fadhillah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :