EKSPOSKALTIM, Bontang - Progres pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, sudah memasuki 53 persen rampung.
Sesuai informasi PT Nindya Karya, target pembangunan gedung senilai Rp 17 miliar yang terdiri dari 70 kamar bertipe 36 untuk pekerja yang sudah berkeluarga itu selesai pada November mendatang.
Ketua Komisi III DPRD Bontang Rustam HS menyebut, capaian pengerjaan ini bisa dikatakan suatu prestasi yang cukup membanggakan.
"Namun saya ragu, kualitas plesternya kurang bagus saya lihat," ucapnya dalam inspeksi mendadak (sidak), pukul 09.00 hingga 10.30 pagi, Senin (4/9).
Ia agak ragu dengan kualitas bangunan berlantai lima itu. Politikus Golkar ini turut mempertanyakan apakah para penghuni nantinya akan mendapatkan fasilitas seperti, furniture dan lift.
“Seingat saya, Rusun yang dibangun kementerian di 2017 ke atas, semua lengkap dengan furniture termasuk lift. Dan itu hasil konsultasi kami dalam kunjungan ke kementerian baru-baru ini,” jelasnya.
Ia pun meminta Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Bontang melakukan konsultasi ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Pastikan kembali seperti apa ketentuan dalam kontrak pembangunan Rusunawa yang di Guntung dan Loktuan," tuturnya.
Edi Ronting, Kepala Bidang DPKPP Bontang mengatakan, sejauh ini pengadaan furniture dan lift tidak termasuk dalam kontrak pelaksanaan proyek ini.
"Kontraktor hanya mengikuti sesuai kontrak saja. Mungkin kontraktor beda yang menangani soal furniture dan lift," cetusnya.
Terpisah, Rudi Manajer Lapangan PT Nindya Karya memastikan pengerjaan rusunawa Guntung dan Loktuan rampung pada November mendatang.
"Dengan memaksimalkan pekerja yang ada, November kita pastikan sudah rampung," pungkasnya.
Sekedar diketahui, sidak digelar Komisi III DPRD Bontang yang membidangi bidang pembangunan. Tampak hadir sejumlah wakil rakyat lain, yakni Agus Suhadi, Sulhan, Ridwan, serta Wakil Ketua II DPRD Bontang Faisal. (Adv)

