EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Bantuan Pangan Non Tunai (BPT) bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sumber anggarannya dari Kementerian Sosial, dinilai belum maksimal oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-P3M) Bontang karena keterbatasan anggaran.
Jumlah KPM di Kota Bontang sendiri sebanyak 8.232, sedangkan yang menerima BPNT di tahun 2018 ini hanya sebanyak 5.495, sudah termasuk di dalamnya bagi Program Keluarga Harapan (PKH).
Baca juga: Apes! Diciduk Karena Bertikai, Gonderong Kepergok Bawa Sabu
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-P3M) Bontang, Abdu Safa Muha mengatakan, penerima BPNT belum maksimal lantaran masih banyak warga Bontang yang dinilai berhak mendapatkan bantuan tersebut, namun tidak mendapatkan.
“Semoga anggaran dari Kementerian Sosial pada tahun 2019 ditambah untuk Bontang, sehingga seluruh KPM di Bontang mendapatkan bantuan BPNT," ujar Abdu Safa Muha saat dihubungi belum lama ini.
Kata dia, sejak tahun 2018 sudah tidak ada bantuan melalui beras untuk keluarga sejahtera alias rastra, namun dialihkan ke BPNT. Para penerima manfaat bisa menggunakan uang tersebut untuk membeli sembako di gerai e-waroeng yang telah dibentuk oleh Dissos-P3M Bontang.
“E-waroeng kami tersedia di beberapa kelurahan, penerima manfaat bisa mendatangi di masing-masing wilayah,” terangnya.
Baca juga: Sambut HUT ke-41, PKT Suguhkan Masyarakat Karaoke Roadshow Dangdut Ria
Ia menambahkan, pihaknya tidak akan mentolerir bagi KPM yang menggunakan bantuan BPNT untuk kebutuhan lain, seperti membeli pulsa dan rokok. Bila demikian, pihaknya tidak akan segan-segan mencabut KPM dari daftar penerima manfaat.
“Tanpa ampun lagi, langsung dicoret dari daftar, karena uang bantuan tersebut hanya boleh digunakan untuk membeli beras, serta kebutuhan pokok lainnya,” tegasnya.
Ia berharap, penerima BPNT yang berasal dari Kementerian Sosial bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Semoga ke depan, masyarakat penerima manfaat bisa meningkat kesejahteraannya sehingga bisa mandiri dan jatahnya diberikan kepada yang lainnya (lebih membutuhkan,red)," tutupnya. (adv)
Video EKSPOS TV: Masuk Nominasi Penghargaan, Program Detektif Cekatan PT KNI Dinilai Tim CSR Kemensos RI
ekspos tv

