EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-P3M) Bontang terus menunjukkan kepeduliannya terhadap warga Bontang, tak terkecuali bagi mereka yang berada di wilayah pesisir.
Berkat perjuangan Dinsos-P3M, 104 rumah warga pesisir di Bontang yang masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) akan mendapat bantuan rehab dari program Kementerian Sosial (Kemensos),.
Baca juga: Bontang Banjir Parah, Sejumlah Rumah di Tanjung Limau Ikut Terendam
Kepala Dinsos-P3M Bontang, Abdu Safa Muha melalui Pejabat Fungsional yang juga Pekerja Sosial, Suratmi, mengatakan bantuan rehab yang diberikan Kemensos bukan hanya untuk RTLH, namun adapula untuk ekonomi produktif dan sarana lingkungan.
“Alhamdulillah atas perjuangan dan doa kita semua, Bontang mendapat alokasi anggaran untuk program rehab RTLH, ekonomi produktif dan sarana lingkungan (sarling),” ujar Suratmi saat ditemui belum lama ini.
Kata dia, program rehab dari kementerian pelaksanaannya akan dilakukan pada 2019 untuk fisiknya. Tetapi, prosesnya pendataan hingga survei telah dilakukan oleh perwakilan Kemensos di Provinsi Kaltim tahun ini.
"Kemensos sudah melakukan survei di beberapa wilayah, yaitu Bontang Lestari dan Tanjung Laut Indah. Kalau Berbas Pantai, data sudah sampai tetapi belum disurvei,” ungkapnya
Dari 104 rumah tersebut, ia merincikan, 22 RTLH berada di Kelurahan Bontang Lestari, yaitu Lok Tunggul, Salantuko, dan Teluk Kadere, 63 rumah berada di Kelurahan Tanjung Laut Indah dan 19 rumah di Kelurahan Berbas Pantai.
Di sisi lain, masih adanya 4 kelompok di Pulau Gusung beranggotakan masing - masing 5 orang yang belum mendapatkan bantuan usaha ekonomi produktif , pihaknya berharap ke depan ada tambahan kuota.
Baca juga: Vaksin MR Berpolemik, Dinkes-KB Bontang Minta Masyarakat Mengerti
"Tahun depan akan kami usulkan, agar dapat bantuan ekonomi produktif,” terangnya.
Untuk bantuan sarana lingkungan, pihaknya telah mengusulkan RT 14 dan 16 yang berada di Kelurahan Tanjung Laut Indah untuk pembuatan jembatan.
“Ini untuk pelaksanaan tahun depan, biasanya nanti ada bimtek dan sosialisasi dari tim kementerian dan dilanjutkan pelaksanaan,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, Kemensos akan menganggarkan Rp 50 juta untuk sarana lingkungan, Rp 15 juta untuk masing - masing rumah rehab RTLH dan Rp 20 juta untuk kelompok ekonomi produktif. (adv)
Video EKSPOS TV: Masuk Nominasi Penghargaan, Program Detektif Cekatan PT KNI Dinilai Tim CSR Kemensos RI
ekspos tv

