Proyek pengembangan Lapangan Hop I tahap II senilai Rp17,5 miliar kembali berjalan. DPRD Bontang mengingatkan hasil pembangunan tidak boleh melenceng dari desain.
EKSPOSKALTIM, Bontang - Pengembangan Lapangan Hop I tahap II senilai Rp17,5 miliar kembali dilanjutkan. DPRD Bontang mengingatkan hasil pembangunan harus sesuai desain yang telah disusun agar fungsi dan nilai estetika kawasan tidak berubah saat proyek rampung.
Pengembangan Lapangan Hop I tahap II kembali berjalan dengan nilai proyek mencapai Rp17,5 miliar. Pekerjaan lanjutan tersebut mencakup pembangunan jogging track, lapangan voli, area bermain anak, area parkir, toilet, hingga penyempurnaan Gedung Rumah Kreasi Milenial (RKM).
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang mengawal pelaksanaan proyek agar hasil akhir tidak berbeda dengan konsep yang telah dirancang.
Menurutnya, desain yang dipresentasikan memiliki nilai artistik dan dapat menjadi daya tarik baru ruang publik di Kota Bontang. Karena itu, pelaksanaannya harus sesuai dengan gambar perencanaan.
“Seperti gambar yang dilampirkan tadi itu sangat bagus dan penuh artistik, maka itu harus sesuai sama rilnya nanti,” kata Andi saat meninjau lokasi proyek, Senin (10/8).
Ia menilai ketidaksesuaian antara desain dan hasil pembangunan berpotensi memunculkan kritik masyarakat sekaligus membuat fasilitas yang dibangun tidak berfungsi optimal.
Selain mengawal kesesuaian desain, DPRD juga mengusulkan agar pembangunan panggung seni menjadi prioritas dalam pengembangan tahap kedua.
Andi menilai fasilitas tersebut akan lebih banyak dimanfaatkan masyarakat dibanding sejumlah pekerjaan lain yang masih dapat ditunda pelaksanaannya.
“Karena anggarannya tidak cukup, makanya kami minta dikaji apakah ada kegiatan lain yang bisa dialihkan, misalnya seperti pembangunan pagar belakang,” ujarnya.
Menurutnya, apabila pembangunan pagar didahulukan sementara panggung seni dikerjakan pada tahap berikutnya, ada risiko fasilitas yang sudah terbangun harus disesuaikan kembali sehingga kurang efisien.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPRK Bontang Roby Malissa memastikan hasil akhir proyek akan mengikuti rancangan yang telah disusun.
Ia mengatakan pekerjaan ditargetkan selesai pada Desember 2026, meski perkembangan fisik proyek diperkirakan sudah mulai terlihat pada Oktober mendatang.
“Untuk batas akhir pengerjaan bulan Desember 2026, tapi sekitar bulan Oktober pembangunan sudah mulai terlihat,” kata Roby.
Terkait usulan DPRD mengenai prioritas pembangunan panggung seni, pihaknya akan melakukan kajian teknis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.
“Perihal usulan DPRD, kami akan mendiskusikan dan mempertimbangkan ulang secara teknis,” ujarnya.



