EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Ketua Komisi 1 DPRD Bontang, Agus Haris mengaku miris melihat kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 014 yang terletak di Jalan Loktunggul Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.
Saat kunjungannya ke area Loktunggul guna mengecek lokasi yang hendak dijadikan kawasan Industri Kota Bontang, Ia terkejut melihat masih adanya sekolah negeri yang ada di Kota Bontang dengan bangunan kayu yang jika dilihat sekilas sudah berusia lebih dari 10 tahunan tersebut.
Baca juga: Membanggakan, Anak Tukang Jahit Karung Bekas Jadi Sarjana
Terlebih, saat ini telah berdiri Mega proyek Pembangunan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Kadere yang beridiri berdampingan dengan sekolah tersebut. "Sangat disayangkan, masih ada bangunan sekolah seperti ini," ujarnya saat sidak berlangsung. Minggu (21/7/2019) pagi.
Dari lokasi tersebut, terlihat bangunan sekolah yang hanya berbahan dasar kayu, atapnya banyak berlubang serta dindingnya pun sudah sangat tidak layak lagi untuk sebuah sekolah yang berstatus Negeri. Terlebih dari informasi warga sekitar, sekolah tersebut hanya difungsikan untuk proses belajar mengajar para siswa-siswi SDN 014.
"Mereka kalau ujian ya harus ke kota (Bontang. Red)," kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, saat dihampiri salah satu wakil rakyat yang tengah beranjak keluar dari lokasi Loktunggul.
Baca juga: Ingat! Oktober 2019, Dinkes Kutim Gelar Program Minum Obat Kaki Gajah
Menanggapi hal tersebut, Agus Haris pun langsung bereaksi. Politisi yang tegas dalam mengambil keputusan tersebut meminta kepada pemerintah Kota Bontang untuk lebih memperhatikan masalah pendidikan. "Saya rasa ini luput dari perhatian pemerintah," imbuhnya.
"Berdirinya PLTU ini harus berdampak positif bagi kehidupan masyarakat disini, terlebih kepada pendidikan. Langkah ke depan di 2020 harus direncanakan pembangunan di sini, terkait aset seperti apa nanti pemerintah dengan pihak ketiga, intinya pendidikan harus diperhatikan dan jangan sampai luput seperti yang satu ini," tukasnya. (adv)

