Perjalanan 20,5 jam melewati hutan, tebing licin, dan gelapnya Meratus ditempuh Bunda PAUD HST Mama Deden demi memastikan anak-anak di Juhu tetap mendapat layanan pendidikan yang selama ini terhalang jarak dan akses.
EKSPOSKALTIM, Barabai - Bunda PAUD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Deni Era Yulyantie, atau Mama Deden, menempuh perjalanan ekstrem ke Desa Juhu, salah satu titik paling terpencil di kaki Meratus. Ia berjalan kaki total 20,5 jam melewati hutan, jalur licin, dan medan terjal demi memberikan layanan dasar pendidikan dan kesehatan untuk warga.
“Alhamdulillah, seluruh tim ekspedisi Juhu sampai dengan selamat,” kata Mama Deden di Barabai, Minggu (24/11).
Ekspedisi bertajuk Langkah Kasih Mama Deden ini berlangsung 19–23 November 2025. Dua hari dipakai untuk berangkat, satu hari menjalankan program di desa, sisanya untuk perjalanan pulang. Rombongan membawa layanan pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan sosial, melibatkan banyak unsur Pemkab HST.
Perjalanan ke Desa Juhu bukan hal sepele. Dari Dusun Kiyu di Hinas Kiri, jalur sekitar 20 kilometer hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Tidak ada kendaraan yang bisa masuk. Tidak ada fasilitas singgah layak. Tim harus menginap di tengah hutan.
“Hari pertama, saya berjalan kaki sekitar 6 jam menuju Pondok Kagaringan dan menginap di tengah hutan. Lalu, hari kedua lanjut berjalan kaki selama 14,5 jam dan baru tiba di Desa Juhu hampir pukul 23.00 Wita,” jelasnya.
Saat pulang, tantangan yang sama harus dilewati. Tim baru mencapai rumah masing-masing pada Minggu.
Di Juhu, Mama Deden disambut anak-anak yang riang dan antusias, sesuatu yang ia akui membuat seluruh perjalanan berat itu terasa layak. “Meskipun jalan yang kita lalui cukup berat, tapi semangat dan kegembiraan anak-anak membuat kita semua tidak merasa lelah,” ucapnya.
Ia juga menitipkan pesan bagi anak-anak Juhu agar terus tekun belajar dan berani bermimpi. “Ingatlah bahwa kalian semua sangat istimewa dan memiliki potensi yang luar biasa,” katanya.
Mama Deden berharap berbagai pihak tetap bekerja sama memperkuat akses pendidikan di wilayah-wilayah terpencil HST agar anak-anak di pedalaman tidak tertinggal.
Ekspedisi ini melibatkan Bunda PAUD HST, Ketua KNPI HST, Dekranasda HST, Persit KCK Cabang XXV Kodim 1002/HST, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perpustakaan, Murakata Storytelling Club, TNI-Polri, Satpol PP dan Damkar, Kecamatan Batang Alai Timur, dan unsur lainnya.


