EKSPOSKALTIM.COM, Bontang – Sebanyak 17 sekolah di Bontang belum mengusulkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, lantaran masih terkendala kesiapan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparudin, Rabu (1/12/2021).
Baca juga : Pedagang Mengeluh, Harga Minyak di Bontang Meroket
Saparudin menuturkan, meski pun mengusulkan, pihakya tidak mendesak sekolah untuk melaksanakan PTM terbatas, guna mencegah resiko para siswa siswi dan guru terpapar Covid-19 lantaran kesiapan fasilitas prokes yang belum maksimal.
"Kalau memang belum siap maka jangan dipaksakan. Karena sangat beresiko," sebutnya.
Untuk diketahui, sebanyak 66 rekomendasi PTM telah dikeluarkan untuk sekolah tingkat SD dan SMP. Mulai dari sekolah negeri hingga swasta. Saparudin mencatat, hanya SDN 005 dan 16 sekolah swasta yang belum menggelar PTM.
"Selebihnya sudah semua. Kalau negeri hampir semua sudah PTM," tuturnya.
Baca juga : Hasil Lelang Jabatan Kadis di Bontang Diumumkan Akhir Desember 2021
Saparudin menjelaskan meski Bontang sudah masuk PPKM level 1, pihaknya sudah menerapkan aturan jumlah kapasitas murid yang diperbolehkan PTM sesuai zona wilayah masing-masing. Yakni untuk zona hijau batas kapasistas 75 persen, zona kuning dan orange 50 persen, serta zona merah hanya 25 persen.
"Kita rata-rata jumlah siswa PTM per harinya hanya 25 persen dari keseluruhan siswa di sekolah,” pungkasnya.

