17 Agustus 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pemkot Samarinda Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir


Pemkot Samarinda Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir
Banjir melanda Perumahan Bengkuring Kota Samarinda. (ist)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Bencana banjir yang menimpa wilayah utara Kota Samarinda mendapat perhatian serius dari pemerintah. Pemkot Samarinda menetapkan status tanggap darurat untuk musibah banjir yang terjadi di kawasan Bengkuring Kecamatan Samarinda Utara. Status tanggap darurat bencana banjir selama tujuh hari, mulai 8-14 Juni 2018.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Sugeng Chairuddin menegaskan, status tanggap darurat bencana banjir ditetapkan karena sudah tiga hari terakhir beberapa wilayah Samarinda tergenang air yang menimpa ribuan jiwa.

Baca juga: Saefuddin Zuhri Siap Ramaikan Pilwali Samarinda 2020

"Tanggap darurat, karena ini sudah 3 hari dan yang terdampak sudah 2.300 jiwa," ujar Sugeng, saat meninjau lokasi banjir, Sabtu siang (8/6/2019).

Menurutnya, dengan adanya status tanggap darurat tersebut, artinya penanganan korban dan penanggulangan bencana berfokus pada Standar Operasional Prosedur (SOP). Termasuk pendanaan untuk pemberian bantuan logistik, dana kesehatan dan sebagainya.

"Ada nanti dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) sudah disiapkan untuk bantuan logistik, karena masyarakat tidak bisa membeli makanan keluar," jelasnya.

Selain itu, Sugeng juga mengimbau kepada masyarakat yang tidak terkena dampak untuk memberikan bantuan kepada mereka yang menjadi korban banjir.

"Posko sudah ada satu dari BPBD," tukasnya.

Sugeng mengaku, status tersebut ditetapkan setelah dirinya melakukan peninjauan langsung ke lapangan dan melaporkan kondisi ke wali kota. Dalam kunjungan lapangan itu, setidaknya ada 735 kepala keluarga (KK) atau 2.300 jiwa dari 15 RT terdampak banjir dengan ketinggi banjir berkisar antara 25-75 centimeter.

“Paling lambat besok bantuan sudah mulai disalurkan. Saat ini tim BPBD dan dinas kesehatan sudah berada di lokasi untuk memberikan bantuan,” ucap Sugeng.

Sugeng juga membantah banjir yang terjadi di Perumahan Bengkuring disebabkan pintu air di Bendungan Benangan dibuka.

Baca juga: APT Pranoto Berkembang Pesat, Bandara Sepinggan Merosot 40 Persen

“Itu enggak benar. Memang air di sana statusnya siaga. Kuning. Tapi enggak dibuka, jadi tolong diluruskan,” ujarnya.

Dia memastikan, banjir yang terjadi di Perumahan Bengkuring itu disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengguyur ibu kota Kaltim dan sekitarnya dalam sepekan terakhir.

“Kami terus mengajak warga lain untuk membantu karena sampai saat ini air belum ada tanda-tanda surut,” katanya.

Hingga saat ini, banjir di Perumahan Bengkuring tercatat menggenangi 15 titik di Perumahan Bengkuring dan Griya Mukti. Ketinggian air berkisar antara 24-75 centimeter dan total warga yang terdampak sebanyak 2.327 jiwa. Jalan-jalan di kawasan tersebut belum bisa dilintasi kendaraan. (*)

Reporter : Muslim Hidayat    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0