EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Khusus Olahragawan International (SKOI) dan Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Kaltim di Komplek SKOI Stadion Utama Palaran Samarinda, Selasa (21/5/2019).
Kunjungan Imam Nahrowi dalam rangka melihat perkembangan pembinaan SKOI dan PPLP se-Indonesia, khususnya di Kaltim.
Baca juga: Buka Puasa Bersama KPU Kaltim, Bentuk Syukur dan Belasungkawa
Dalam kegiatan tersebut, Menpora memberikan motivasi kepada atlet-atlet muda di SKOI dan PPLP Kaltim agar meningkatkan semangat belajar dan berlatih tanpa kenal lelah, khususnya saat bulan Ramadhan ini.
"Di tempat inilah lahirnya atlet-atlet berprestasi. Tidak menutup kemungkinan akan ada atlet olimpiade berasal dari SKOI dan PPLP Kaltim," kata Nahrowi.
Kunjungan ini, kata Menpora, untuk melihat dan mengetahui secara langsung apa yang menjadi masalah di Kaltim, termasuk bagaimana penanganan terhadap para atlet. Sebab, dari semangat dan kerja keras para atlet inilah nantinya mampu meninggikan Sang Merah Putih di tingkat Internasional.
Apabila para atlet dan pelatih merasa ada yang kurang baik dan tak mendukung, itu akan menjadi pekerjaan semua pihak untuk menyediakannya. Misalnya, infrastruktur maupun fasilitas olahraga.
"Kita harapkan SKOI dan PPLP bisa dikelola dengan baik oleh dinas terkait. Baik Dinas Pendidikan maupun Dinas Pemuda dan Olahraga," jelasnya.
Dalam acara tersebut, beberapa atlet muda menyampaikan keluh kesah yang dialami selama belajar di SKOI dan PPLP Kaltim. Sebagian besar, para atlet mengeluh atas kurangnya fasilitas dan Infrastruktur yang kurang lengkap. Bagi salah satu pelatih yang juga menyampaikan aspirasinya, para pelatih menginginkan adanya peningkatan pelatihan.
Menpora mengakui, peran serta masyarakat dibutuhkan untuk memajukan prestasi olahraga dengan mencetak atlet-atlet berprestasi. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan mengkaji kendala - kendala yang dialami para siswa SKOI.
Baca juga: Aksi Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD Kaltim Sikapi Reformasi
"Kami coba akan melihat kekurangan dan kendalanya. Kita lihat juga bagaimana penanganan pemerintah daerah (Pemprov Kaltim),” ungkapnya.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada bantuan dari badan usaha dan dukungan masyarakat," imbuhnya.
Terkait anggaran dana yang kurang, Plt Kepala Sekolah SKOI Kaltim, Tugiman menjelaskan, alokasi dana berasal dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim melalui APBD yang dipindahkan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim.
"Jadi dana yang dikucurkan sekitar Rp 17 miliar, kalau saya tidak salah. Dana dari Dispora dan dipindahkan ke Disdik," jelasnya.
Namun, dana tersebut, dinilai tidak mencukupi untuk realisasi program - program bagi para siswa SKOI. "Salah satunya itu kita tidak bisa mengadakan try out untuk atlet kami, ataupun pelatihan buat guru dan pelatih. Semoga Menpora membantu," tandasnya. (*)

