19 Juni 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Aksi Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD Kaltim Sikapi Reformasi


Aksi Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD Kaltim Sikapi Reformasi
Demo mahasiswa di DPRD Kaltim, Samarinda. (EKSPOSKaltim/Muslim)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - 21 tahun reformasi, namun masih banyak memberikan banyak evaluasi. Begitulah yang diserukan oleh ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Garda Kaltim Peduli Reformasi saat menyampaikan aspirasinya di DPRD Kaltim, Selasa (21/5), sekitar pukul 15.00 Wita.

Dalam aksinya, mereka mengambil tema “Reformasi Tak Berdaulat”. Mereka menganggap kedaulatan rakyat harus terus dikawal pasca reformasi 1998. Sebagai contoh, pesta demokrasi Pemilu 2019 masih banyak persoalan saat ini yang belum terselesaikan. Korupsi yang terus merajalela di tataran pemerintah. Pelanggaaran HAM yang tak kunjung selesai. Kebebasan berpendapat pun terus dibungkam. Ditambah lagi korban pemilu serentak ini yang mencapai 554 orang seakan pemilu ini rasa bencana.

Baca juga: Relawan Prabowo-Sandi Aksi Damai di Bawaslu Kaltim

“Melihat momentum 21 tahun reformasi, mahasiswa terus menjadi penyambung aspirasi masyarakat untuk terus menyikapi segala persoalan bangsa saat ini,” kata Usamah, Humas aksi tersebut.

Mereka memberikan 4 tuntutan. Pertama, penegakkan demokrasi, berantas KKN, tolak pembungkaman pers, tindak tegas pelanggaran HAM, refresifitas masyarakat. Kedua, tindak tegas pelaku kekerasan seksual. Ketiga, menuntut stabilitas ekonomi Kaltim. Dan terakhir, jaga kedamaian dan kedaulatan pasca pemilu 2019.

"Setiap pemimpin ada masanya, dan setiap masa ada Pemimpinnya. Jika kita gagal memanfaatkan momentum, maka perubahan pun sulit kita wujudkan,” kata mahasiswa.

Aksi mahasiswa ini, sempat memanas ketika para demonstran ingin memasuki gedung DPRD Kaltim. Beberapa mahasiswa nekat panjat pagar DPRD Kaltim. Dengan sigap, kepolisian membuka pagarnya. Tak hanya di situ saja, sempat ada adu mulut antara kepolisian dan mahasiswa terkait jalannya aksi yang kondusif.

Anggota DPRD Kaltim dari fraksi PPP, Rusman Yaqub, menerima aksi mahasiswa tersebut. Rusman menerima penyampaian aspirasi mahasiswa tersebut. Setelah aspirasi disampaikan beberapa perwakilan mahasiswa meminta Rusman untuk menandatangani perjanjian untuk mengabulkan tuntutan mahasiswa. Rusman pun menandatangani.

Tonton video terbaru EKSPOS TV: PT KNI Gelar Paket Sembako Murah Bagi Masyarakat Guntung

"Kita saksikan pak Rusman menandatangani perjanjian. Kami akan menagih janji tersebut selama 21 hari setelah penandatanganan," tegas Usamah.

Di hadapan mahasiswa, Rusman memberikan apresiasi terhadap semangat mahasiswa yang masih memperjuangkan reformasi. Politikus PPP ini juga menyarankan kepada para demonstran untuk menyampaikan 4 tuntutan tersebut ke pemerintah daerah.

“Karena substansinya sesuai dengan kinerja pemerintah sendiri. DPRD Kaltim hanya mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kita juga lihat empat (4) tuntutan yang diberikan sesuai dengan nafas dan esensi agenda Reformasi 21 tahun yang lalu," tandasnya.

Di akhir aksinya, mahasiswa melanjutkan dengan mengibarkan bendera putih setengah tiang diiringi lagu gugur bunga. Aksi juga diakhiri dengan shalat ghaib untuk mengenang 500 korban KPPS yang meninggal dunia. (*)

Reporter : Muslim Hidayat    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0