EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Masalah pembebasan lahan 5 seksi Tol Balikpapan - Samarinda (Balsam) menjadi prioritas Pemprov Kaltim untuk diselesaikan. Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menegaskan, pembebasan lahan tol di seluruh seksi akan rampung atau selesai tahun 2019 ini.
Hal tersebut dikatakannya saat meninjau Seksi IV Tol Balsam simpang Pasir Palaran - Samarinda, bersama dengan Kepala Dinas PUPR Taufik Fauzi dan Walikota Samarinda Sjaharie Jaang dan jajaran instansi terkait, Rabu (24/4).
Baca juga: Soal Dugaan Politik Uang Caleg Nasdem, Bawaslu Target 6 Mei Diputuskan
"Tahun ini pembebasan lahan tol di 5 seksi selesai 100 persen. Walaupun ada konsinyasi dan penambahan lahan yang dibebaskan. Dana kita sudah siap," ujar Hadi.
Ia mengatakan, masalah pembebasan lahan masih berkutat dengan masalah lahan di area kawasan hutan lindung dan milik warga. Masalah lahan tersebut ada di seksi IV dan seksi V. Hingga saat ini masih dalam tahap konsinyasi.
"Pembebasan lahan bisa selesai akhir tahun ini," ucapnya lagi.
Khusus di seksi IV, Simpang Pasir Palaran-Samarinda dengan jalur jalan sepanjang 17,95 km, Hadi menjelaskan, ada penambahan pembebasan lahan sebab kontur tanah yang tidak layak di tepi jalan tol.
Baca juga: Mapala se-Kaltim Peringati Hari Bumi, Tolak Tambang dan Ekspoitasi Karst
Selain itu mengharuskan adanya pelebaran lahan untuk pembangunan rest area.
Sedangkan di Seksi V Balikpapan-Sepinggan sepanjang 11,09 kilometer perlu dibangun underpass untuk pelintasan kendaraan warga.
"Hanya beberapa masalah kecil. Pembebasan lahan sudah selesai 99 persen," imbuhnya.
Diketahui, Jalan Tol Samarinda-Balikpapan sudah berulangkali ditarget selesai. Namun, tidak kunjung bisa direalisasikan. Salah satunya soal konflik lahan di area jalan tol.
Jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,04 km merupakan salahsatu proyek strategis nasional dan akan menjadi jalan tol pertama di pulau Kalimantan. (*)

