EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Komisi 1 DPRD Bontang kunjungan kerja (Kunker) di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, terkait kepastian data 30 warga eks korban kebakaran 2008 silam, Senin (25/2).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi 1 Agus Haris, didampingi anggota dewan lainnya antara lain Abdul Malik, Setyoko Waluyo dan Yandri Dasa.
Baca juga: Terdesak Bayar Utang Arisan Online, Wanita Ini Nekat Mencuri di BTN PKT
Pada kesempatan ini, Agus Haris meminta agar data 30 eks korban kemudian itu segera diselesaikan, mengingat kepastian mereka terkait tukar guling segera terealisasi.
"Kami minta kejelasan, apa pihak kelurahan sudah mendata para korban, karena akan kami teruskan ke Dinas Perkim," kata Agus Haris di depan Lurah Guntung beserta jajarannya.
Sesuai rapat bersama pihak Kelurahan Guntung dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) beberapa waktu yang lalu, lanjut Agus, pihak korban eks kebakaran ingin mendapatkan solusi yang terbaik.
"Seluruh korban eks kebakaran terkait tukar guling antara lahan yang saat ini telah ditempati para korban kebakaran dengan lahan eks kebakaran yang berlokasi di RT 02 dan 09, ini yang kami ingin kejelasan," ujarnya.
Agus menilai, data ini sangat penting karena jika nanti ada prosesi hibah lahan dari pemerintah pusat ke pemerintah provinsi dan ke kota Bontang, tentu mempermudah tukar guling dari lahan eks kebakaran ke rumah yang saat ini di tempati.
Baca juga: DPRD Kaltim Usulkan MBS Masuk Kelola Pelabuhan Peti Kemas Kariangau
Ia menegaskan ke pihak Kelurahan Guntung untuk segera melengkapi data yang diminta, mengingat rapat akan kembali digelar pada minggu depan. Olehnya, data para korban ini sangat dibutuhkan.
"Kami minta data itu segera dilengkapi, sebagai dasar para eks korban kebakaran, mendapatkan hak atas rumah yang saat ini ditempati," timpalnya.
Di tempat yang sama, Lurah Guntung Ida Idris Marsono, mengatakan secepatnya akan menyiapkan data korban tersebut. "Kami usahakan secepatnya dalam waktu dekat," ujarnya.
Sekadar informasi,sedikitnya 30 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban kala itu, saat ini bermukim di perumahan yang diketahui merupakan bantuan dari Pemprov Kaltim.(adv)

