EKSPOSKALTIM.com, Bone - Sejak dicanangkan pada 2016 lalu, hingga akhir Desember 2018 Kabupaten Bone telah memiliki 82 kampung KB (Keluarga Berencana).
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bone, Andi Chaerul Saleh, Kamis (3/1/2019) pagi.
Baca juga: Tahun Politik 2019, Kapolres Bone Imbau Masyarakat Antisipasi Hoax
“Pencanangan 2016 ada 1, 2017 ada 27, dan di 2018 ada 54 (kampung KB),” urainya.
Ia menyebutkan bahwa Kampung KB ini berada di setiap kecamatan. Di 2019, pihaknya hanya fokus pada pembinaan dan pengisian Kampung KB.
“Jadi tidak ada lagi penambahan di 2019. Pencanangannya sudah tuntas, jadi fokus ke pembinaan saja,” ujarnya.
Ia menegaskan, untuk menetapkan sebuah desa atau kelurahan sebagai Kampung KB, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi.
“Sasarannya yakni daerah dimana tingkat kelahirannya cukup tinggi, tingkat perkawinan usia muda cukup tinggi, dan tingkat masyarakat prasejahtera cukup tinggi,” urainya.
Baca juga: Kapolres Bone: Temuan LSM Tidak Otomatis 'Dilidik'
Bukan hanya itu, kata dia, kriteria wilayah juga menjadi pertimbangan. “Daerah pinggiran dan pegunungan terpencil,” tuturnya.
Ia menilai, keberadaan Kampung KB ini mampu memberikan konstribusi yang signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dengan adanya Kampung KB, sambung Chaerul, hidup masyarakat khususnya di pedesaan lebih terprogram dan terencana.
“Tentunya, keluarga yang memiliki perencanaan, hidupnya lebih berkualitas dibanding dengan yang tidak,” tandasnya.
Video Terkini EKSPOS TV: Cawapres Sandiaga Uno Silaturahmi ke Bone
ekspos tv

