EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Sejak didirikan di tahun 2000 lalu, BBIP (Balai Benih Ikan Pantai) yang telah banyak memberikan bantuan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari hasil penjualan bibit ikan kerapu, bandeng dan udang windu.
Namun karena keterbatasan anggaran, sejak 2016 hingga kini BBIP ini tidak lagi membudidayakan ikan. Terlebih, terjadi devisit anggaran di masa pemerintahan Neni Moerniaeni – Basri Rase.
Baca juga: Bangun Prilaku Gemar Membaca Siswa dengan Kegiatan Membaca Senyap
"Tahun ini dan 2 tahun sebelumnya hanya membudidayakan udang windu saja karena anggarannya hanya cukup untuk udang windu saja," ujar Kepala UPT BBI Bontang, Saiful Islam, saat di temui di kantornya belum lama ini, Jalan Pelabuhan, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan.
Dijelaskannya, hasil budidaya ikan kerapu dan bandeng cukup menjanjikan. Sejak telur hingga menjadi bibit, jenis komoditi ini paling banyak di minati. Bahkan pemasarannya pun menjangkau hingga ke beberapa wilayah di Kaltim.
"2 perusahan besar di Bontang kan memiliki binaan keramba jaring apung, kita dulu yang nyuplai ikan kerapu ke mereka, karena kita tidak produksi bibit kerapu lagi yah mereka mengambilnya langsung dari Bali," ungkapnya.
Baca juga: Dewan Mulai Melunak Soal Penghentian Proyek Kinibalu
Ia menambahkan, Wali Kota Bontang sangat mensupport Balai Benih Ikan Pantai hingga saat ini. Menurutnya, mungkin karena keterbatasan anggaran Bontang, sehingga Bunda Neni (sapaan Wali Kota Bontang,red) belum menambah anggaran untuk BBI.
"Kita berharap anggaran kami ditambah agar bisa memproduksi kembali ikan kerapu, bandeng dan udang windu," harapnya. (adv)
Video EKSPOS TV: Masuk Nominasi Penghargaan, Program Detektif Cekatan PT KNI Dinilai Tim CSR Kemensos RI
ekspos tv

