EKSPOSKALTIM.com, Bone - Pernyataan Ketua DPD Nasdem Bone, Sultani, yang menyebut pemilih kotak kosong berotak kosong, menuai kontroversial.
“Yang memilih kotak kosong, otaknya kosong,” kata Sultani, saat menyampaikan orasi politik pada kampanye akbar paslon Tafadal, Sabtu (23/6/2018).
Baca: C6 Belum Terdistribusi, KPU Bone Gundah
Sultani yang dikonfirmasi, tak menampik soal statement tersebut. Kata dia, Pilkada itu adalah momentum memilih pemimpin.
“Karena itu, tidak boleh memilih kotak kosong,” pungkas Sultani, via telepon, sore tadi.
Idealnya dalam pilkada, ia menegaskan, pemilih tidak boleh memilih kotak kosong. Karena kotak kosong ini tidak mungkin jadi pemimpin.
“Namanya saja di undang-undang pemilihan kepala daerah, otomatis diminta memilih kepala daerah, bukan memilih kotak kosong,” imbuhnya.
“Saya logikakan, bahwa jika kita memilih kotak kosong, maka identik kita menjadikan pikiran kita menjadi otak kosong,” ulasnya.
Berita terkait: Datangkan Artis, Kampanye Akbar Tafadal Dibanjiri Pendukung
Kendati kotak kosong adalah sebuah pilihan, namun menurutnya jika itu dipilih, maka rakyat gagal berdemokrasi.
Demokrasi itu dari rakyat untuk rakyat. Dan menurutnya, kotak kosong tak mewakili arti demokrasi yang sebenarnya.
Sekedar informasi, dalam kampanye akbar paslon bupati-wakil bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi - Ambo Dalle (Tafadal), para partai pengusung diberi kesempatan menyampaikan orasi politik.
Partai pengusung tersebut antara lain Golkar, Hanura, Gerindra, Demokrat, PAN, PKS, PBB, PKB, PDIP dan PPP.
Video APDESI Bone Ngadu Soal Data Rastra ke DPRD
ekspos tv

