EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Fluktuasi harga cabai di pasaran membuat pemerintah mengambil kebijakan program pemenuhan secara mandiri.
Upaya ini dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kabupaten Bone sejak awal tahun ini, menyasar para petani cabai serta PKK di tiap Kelurahan se-Kota Bontang.
“Sudah kita galakan gerakan tanam cabai, karena ini komoditi yang paling sering alami inflasi,” kata Kasi Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan DKP3 Bontang, Debora Kristiani, belum lama ini.
Baca: Pipa Jargas Bocor, PT BME Minta Pelanggan Bersabar
Pihaknya mengaku, petugas membina ratusan petani cabai dimulai dari tahap penggarapan lahan hingga panen. Mereka didampingi tim bersama-sama menyiapkan lahan sebagai media tanam cabai.
Kemudian, bibit unggulan didistribusikan kepada petani. Petugas mengawal, memonitoring perkembangan tanaman hingga saat masa panen cabai.
“Kami dampingi dari penyemaian sampai panen,” katanya.
Untuk meningkatkan hasil produksi para petani, pemerintah juga memberikan bantuan berupa plastik mulsa, pupuk NPK, pestisida, dan alsintan (kultifator).
“Ada juga yang diberikan dalam bentuk di polybag. Bantuan berjumlah dua ribu polybag ini khusus diberikan ke para ibu-ibu PKK yang ada di setiap kelurahan,” terangnya.
Baca: Lagi, Anggota Komplotan Curanmor di Bontang Dibekuk Polisi
Untuk dukungan anggaran, kata Debora, Pemkot Bontang rutin mendapat suntikan dark APBN. Tahun ini Bontang mendapat bantuan bibit untuk 10 hektare lahan.
Menurut dia, program ini cukup memberi dampak positif bagi daerah. Selain petani mendapat hasil yang maksimal, kebutuhan cabai di pasaran juga dapat terpenuhi walaupun jumlahnya belum signifikan.
“Kita akan terus tingkatkan produksi, agar pemenuhan cabai bisa tanpa bergantung dari luar,” pungkasnya. (adv)
Tonton video menarik di bawah ini:
VIDEO: Ribuan Masyarakat Bone Dzikir Bersama Ustadz Arifin Ilham
ekspos tv

