EKSPOSKALTIM, Bontang- Pemerintah menargetkan seluruh wilayah di tanah air akan bebas prostitusi di tahun 2019. Untuk itu, pemerintah pusat berharap pemerintah daerah mampu bersinergi dengan melakukan penutupan terhadap tempat-tempat yang disinyalir dijadikan lokasi prostitusi.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah Kota Bontang dalam hal ini Camat Bontang Selatan telah melakukan tahapan prores penertiban terhadap lokasi prostitusi prakla yang ada dalam wilayah Kecamatan Bontang Selatan.
“Hari ini pihak RT setempat sudah melaporkan hasil pendataannya, siapa-siapa saja yang mau dipindahkan dan berapa yang mau bertahan disitu, kita sudah punya datanya,” kata Basir, saat ditemui dikantornya, Jalan Selat Karimata, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Rabu (27/4/2016).
Setelah adanya data ini, Kata Basir, pihaknya akan mengatur jadwal sosialisasi dan kemudian menunggu intruksi dari Pemerintah Kota untuk menindak lanjuti penertiban tempat prostitusi (Prakla) tersebut.
“Pendataan sudah dilakukan, jadi tinggal menentukan jadwal kapan kita sosialisasi kesana. Setelah itu kalau sudah ada perintah, kita akan langsung bongkar,” ujranya.
Lanjut Basir menambahkan, jika nantinya sudah ada instruksi dari Pemkot Bontang, ia akan berusaha mengefisiensikan biaya dalam melakukan penertiban.“Kalau kita nanti melakukan penertiban itu, kita usahakan tidak memakan biaya yang banyak. Kita harus mencari moment yang tepat, dan saya rasa bulan Puasa itu bisa kita manfaatkan untuk melakukan penertiban,” Tutupnya.

