EKSPOSKALTIM, Bontang - Dunia tari sudah tidak asing lagi bagi perempuan cantik bernama Nida Hasanah. Nida (akrab ia disapa) sudah menggeluti tari sejak ia masih kelas 6 Sekolah Dasar, yang pada saat itu masih berumur 12 tahun.
Sejak kecil, perempuan kelahiran Balikpapan 6 Agustus 1997 silam ini telah mengikuti pelatihan tari khas daerah Kutai yakni Tari Jepen, dan aktif hingga saat ini.
Diakui Nida bahwa dirinya merasa keren saat menari. Dari itu, ia berupaya menjadi seorang profesional di bidang seni yang satu ini meski hal itu dituntut effort (upaya) yang keras, kesabaran, keuletan juga percaya diri.
"Saya ada cita-cita untuk mengembangkan tarian lebih pesat lagi, terutama tarian Jepen yang saya sukai," kata Nida kepada Eksposkaltim, saat ditemui di rumahnya belum lama ini, Jalan Tari Jepen, Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, Senin (30/1/17) .
Kendati ia seringkali kali mengalami cedera pada telapak kaki lantaran kelamaan menari, namun hal tersebut tak membuat wanita cantik ini harus berhenti dan mundur dari hobinya itu.
"Bahkan, pernah juga dalam satu grup juga tidak teguran satu sama lain, dan hasilnya nampilnya tidak kompak. Itu sebenarnya yang selama ini saya alami selama ikut tarian," tukasnya.
Banyak hal yang menurutnya ia dapatkan sejak menggeluti dunia tari, seperti halnya ia bisa berkeliling kota di Kalimantan Timur bahkan luar pulau Kalimantan, baik untuk mengikuti lomba tari maupun hanya sekedar di undang untuk mengisi sebuah acara.
"Saya biasa nari di Malang, Sangata, Balikpapan, Samarinda, Tenggarong dan di Bontang. Ya ini semua kerja keras sejak saya ikut tari sampai sekarang ," pungkasnya.
Ia pun berharap seni tari ini dapat terus dilestarikan pada khususnya di Kota Bontang, sebagai bekal budaya untuk anak cucu dan bibit penari di masa yang akan datang.

