EKSPOSKALTIM, Bontang - Peristiwa tenggelamnya rumah milik warga Berbas Ujung Kelurahan Berebas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan pada Minggu (10/10) malam lalu, mengisahkan cerita tersendiri bagi Fitriani, seorang ibu hamil yang nyaris meregang nyawa akibat peristiwa tersebut.
Bagaimana tidak, sewaktu kejadian tersebut berlangsung, ia bersama suami dan anaknya sedang tertidur lelap. "Malam kejadiannya pas kami tidur, ditambah lagi mati lampu waktu itu," kata fitriani saat ditemui di kediaman keluarganya, Selasa (11/10) pagi tadi.
Yang lebih mencengangkan lagi, sewaktu kejadian, ia tak ingat lagi kalau dirinya sedang hamil 7 bulan, karena menurutnya kejadian tersebut berlangsung dengan cepat.
"Pas kejadian itu, saya sudah tidak ingat kalau sedang hamil. Posisi saya waktu itu kan tenggelam karena ketindis kayu, jadi saya ditarik suami dan berenang keluar. Alhamdulillah kandungan saya sehat, karena sehabis kejadian itu, paginya saya langsung periksakan kedokter," paparnya.
Baca Juga : Pondasi Rapuh, Rumah Warga di Bontang Ambruk ke Laut
Disebutkan Fitriani, peristiwa rumah ambruk ke laut tersebut nyaris juga menenggelamkan anak balita yang masih berusia 2 dan 3 tahun.
"Ini kan mas 1 rumah ada 4 KK, karena ini rumah kontrakan. Semua kejebur kedalam air, dan ada salah satu keluarga memiliki anak yang satu umur 2 tahun dan yang satu lagi umur 3 tahun, bersyukur mereka semua selamat," jelasnya.
Sekedar diketahui, untuk sementara korban peristiwa rumah tenggelam ini mengungsi di rumah saudara, maupun tetangga yang bersedia menampung mereka.
Diberitakan sebelumnya, kejadian ini diduga terjadi akibat pondasi rumah berbahan kayu itu sudah lapuk termakan usia, sehingga tak kuat menopang beban. Terlebih, pondasi rumah tua ini belum pernah direnovasi selama didirikan di atas laut.

