Fasilitas Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler RSKD Balikpapan ditargetkan mulai melayani pasien pada awal 2027.
EKSPOSKALTIM, Balipapan - Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Abdulloh, memastikan penuntasan proyek fasilitas Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler RS Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan berjalan sesuai target.
Pengerjaan tahap akhir proyek itu terikat kontrak kerja baru berdurasi 60 hari kerja yang dimulai pada Oktober, dan ia optimistis fasilitas tersebut selesai tepat waktu agar masyarakat segera memperoleh layanan kesehatan yang memadai.
"Kami ingin memastikan pembangunan fasilitas publik ini selesai tepat waktu agar masyarakat segera mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Melihat progres di lapangan yang sudah masuk tahap pembenahan akhir (finishing), kami optimistis proyek ini selesai tepat waktu," tegas Abdulloh, Senin (2/11/2026).
Keyakinan itu disampaikan Abdulloh saat memimpin kunjungan kerja jajaran legislatif ke RSKD Balikpapan. Fasilitas Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler ini merupakan yang pertama di Kota Balikpapan dan diproyeksikan mulai melayani masyarakat pada awal 2027.
Pembangunan gedung pelayanan medis itu telah memasuki Tahap 5 atau tahap akhir dari rangkaian lima tahap pengerjaan yang dirintis sejak 2023. Khusus untuk penuntasan tahap akhir menuju operasional fungsional, alokasi anggaran yang dikucurkan mencapai Rp8,3 miliar.
Direktur RSKD Balikpapan, Ahmad Jais, menjelaskan bahwa pekerjaan di tahap kelima berfokus pada penyelesaian akhir (finishing) lantai dua dan persiapan penambahan fasilitas di lantai tiga, setelah lantai satu untuk pelayanan rawat jalan selesai dikerjakan.
"Pembangunan ini sudah kita mulai sejak 2023 dan sekarang masuk tahap akhir dari total lima tahap pengerjaan. Anggaran Rp8,3 miliar ini dialokasikan khusus untuk menyelesaikan tahap akhir sampai gedung ini benar-benar fungsional," ujar Ahmad Jais.
Dari sisi kesiapan medis, RSKD telah dilengkapi peralatan canggih seperti PET scan. Pembinaan sumber daya manusia (SDM) juga berjalan paralel: perawat khusus telah mengikuti sertifikasi di RS Hasan Sadikin Bandung, satu dokter spesialis kedokteran nuklir sudah siap bertugas, dan satu dokter lainnya tengah menempuh pendidikan spesialis.
"Gedung ini nantinya juga dilengkapi dengan 10 tempat tidur rawat inap," imbuh Ahmad Jais.
Warga Kaltim Tak Perlu Berobat ke Luar Negeri
Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir RSKD Balikpapan, Daniel Chung, menyampaikan bahwa hadirnya fasilitas ini menjadikan RSKD sebagai rumah sakit kedua di Kalimantan Timur yang memiliki layanan kedokteran nuklir setelah RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.
Daniel menerangkan teknologi kedokteran nuklir memanfaatkan bahan radioaktif aman untuk memindai dan menilai fungsi organ tubuh secara menyeluruh.
"Selama ini masyarakat mungkin hanya tahu kedokteran nuklir untuk mendeteksi penyakit kanker. Padahal teknologi ini juga sangat vital untuk menilai fungsi organ tubuh secara umum, seperti kesehatan jantung, sistem endokrin, tiroid, hingga ginjal," kata Daniel.
Menurutnya, keberadaan fasilitas ini menjadi solusi agar masyarakat Kaltim tidak perlu lagi berobat ke luar daerah maupun luar negeri. Selain itu, sebagian besar ragam pelayanan kedokteran nuklir di RSKD nantinya dapat diakses menggunakan penjaminan BPJS Kesehatan.



