Di balik kabar viral jasad bayi ditukar bantal di Bontang, polisi menemukan cerita yang berbeda dari narasi media sosial.
EKSPOSKALTIM, Bontang - Cerita tentang jasad bayi yang disebut ditukar dengan bantal di salah satu rumah sakit di Bontang ramai beredar di akun media sosial Facebook.
Namun, hasil penyelidikan polisi menyebut cerita tersebut tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. Kapolsek Bontang Utara AKP Lukito mengatakan tidak ada kelahiran bayi seperti yang diceritakan dalam kabar viral tersebut.
Menurutnya, cerita itu dibuat karena perempuan yang bersangkutan takut dianggap tak bisa hamil.
Lihat postingan ini di Instagram
“Motifnya adalah pelaku takut dikatakan wanita tidak bisa hamil. Jadi, sebenarnya tidak ada kelahiran bayi begitu,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).
Sementara itu, Kepala Unit Pidana Umum Polres Bontang Ipda Putra Ginting mengatakan polisi telah mendatangi rumah sakit dan memeriksa catatan medis untuk menelusuri kebenaran cerita tersebut.
Dari informasi sementara yang diperoleh polisi, perempuan itu datang untuk mendapatkan penanganan medis berkaitan dengan keterlambatan menstruasi.
“Untuk informasi sementara yang kami dapat, yang bersangkutan berobat berkaitan telat datang bulan yang bermasalah. Secara catatan, dua hari yang lalu dia datang pada hari Senin,” bebernya.


