PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Minuman Diet vs Air Putih, Mana Lebih Efektif Turunkan Berat Badan?

Home Berita Minuman Diet Vs Air Putih ...

Minuman Diet vs Air Putih, Mana Lebih Efektif Turunkan Berat Badan?
Diet dengan mengonsumsi minuman diet atau air putih. (ilustrasi/int)

EKSPOSKALTIM, Kesehatan - Minuman diet tidak memberikan manfaat penurunan berat badan yang signifikan dibandingkan air putih pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

Temuan itu berasal dari penelitian terbaru Universitas Liverpool, Inggris.

Mengutip Eating Well, temuan tersebut berasal dari uji coba SWITCH yang melibatkan 493 orang dewasa selama 104 minggu.

Peserta secara acak diminta mengonsumsi air putih atau minuman diet yang mengandung pemanis non-nutritif seperti aspartam, asesulfam-K, atau sukralosa.

Hasilnya, kelompok minuman diet kehilangan rata-rata 4,8 kilogram, sedangkan kelompok air putih kehilangan 3,7 kilogram.

Namun perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik.

Kedua kelompok juga mengalami perbaikan serupa pada lingkar pinggang dan pinggul, komposisi tubuh, tekanan darah, serta kolesterol.

Profesor Joanne Harrold dari Universitas Liverpool mengatakan hasil tersebut tidak mendukung kekhawatiran bahwa pemanis non-nutritif mengganggu nafsu makan atau menyebabkan penambahan berat badan.

“Temuan ini menunjukkan bahwa kekhawatiran tentang pemanis yang mengganggu nafsu makan atau menyebabkan penambahan berat badan tidak didukung ketika diuji dalam uji coba acak jangka panjang yang ketat,” kata Harrold.

Para peneliti berharap hasil ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menyusun panduan dan kebijakan kesehatan masyarakat.

Meski demikian, studi ini menerima pendanaan dari American Beverage Association.

Pendanaan industri dalam penelitian nutrisi perlu menjadi pertimbangan karena berpotensi memengaruhi hasil yang menguntungkan produk pendana.

Selain itu, seluruh peserta mengikuti program manajemen berat badan terstruktur sehingga hasilnya belum tentu mencerminkan konsumsi minuman diet dalam kehidupan sehari-hari.

Penelitian tersebut juga tidak dirancang untuk menilai dampak jangka panjang pemanis buatan terhadap kesehatan hati, mikrobioma usus, dan risiko penyakit kardiovaskular.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :