PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Bukan Penyakit Orang Tua Lagi, Waspada Diabetes Tipe 2 Mengintai Usia Muda

Home Berita Bukan Penyakit Orang Tua ...

Dulu dianggap penyakit lansia, diabetes tipe 2 kini mengintai usia produktif bahkan remaja. Dijuluki silent killer karena berkembang tanpa gejala jelas, penyakit ini dipicu gaya hidup tinggi gula dan minim gerak.


 Bukan Penyakit Orang Tua Lagi, Waspada Diabetes Tipe 2 Mengintai Usia Muda
ilustrasi pemeriksaan kadar gula mandiri. (ist)

EKSPOSKALTIM, Kesehatan - Diabetes Mellitus Tipe 2 bukan lagi penyakit orang tua.

Pola makan tinggi gula, gaya hidup modern, dan kurang aktivitas fisik membuat penyakit metabolik ini banyak menyerang usia produktif, bahkan remaja.

Tak heran ia dijuluki silent killer, berkembang diam-diam hingga menimbulkan komplikasi serius.

Apa Itu Diabetes Tipe 2?

Diabetes tipe 2 adalah kondisi kronis ketika tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif.

Insulin adalah hormon dari pankreas yang membantu sel menyerap glukosa dari darah untuk diubah jadi energi.

Berbeda dengan tipe 1 yang disebabkan kegagalan pankreas memproduksi insulin sejak lahir, tipe 2 terjadi karena resistensi insulin.

Sel-sel tubuh kebal terhadap insulin, sehingga gula menumpuk di darah.

Gejala yang Sering Diabaikan

Banyak orang hidup bertahun-tahun dengan diabetes tipe 2 tanpa sadar karena gejalanya muncul perlahan. Waspadai tanda klasik ini:

1. Sering Haus (Polidipsia): Tubuh menarik cairan dari jaringan untuk membuang kelebihan gula lewat urine, memicu haus terus-menerus.

2. Sering Buang Air Kecil (Poliuria): Terutama malam hari, karena ginjal bekerja ekstra menyaring gula darah.

3. Mudah Lapar dan Lemas (Polifagia): Sel tidak bisa menyerap glukosa, tubuh kekurangan energi dan terus mengirim sinyal lapar.

4. Luka Sulit Sembuh: Gula darah tinggi menghambat sirkulasi dan merusak sistem imun, memperlambat penyembuhan luka atau infeksi.

5. Pandangan Kabur: Kadar gula tinggi menarik cairan dari lensa mata, mengganggu kemampuan fokus.

Faktor Risiko Utama

- Obesitas: Lemak berlebih terutama di perut (lemak visceral) jadi pemicu utama resistensi insulin.

- Jarang Gerak (Sedentary Lifestyle): Tubuh kesulitan membakar gula jadi energi dan sensitivitas insulin turun.

- Faktor Genetik: Riwayat keluarga dengan diabetes meningkatkan risiko signifikan.
- Pola Makan Tidak Sehat: Sering konsumsi fast food, minuman manis, dan karbohidrat olahan berlebihan.

4 Langkah Nyata Mencegahnya

Kabar baiknya, diabetes tipe 2 sangat bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup:

1. Atur Pola Makan: Batasi gula tambahan. Ganti karbohidrat sederhana (nasi putih, roti putih) dengan karbohidrat kompleks (nasi merah, oat). Perbanyak serat dari sayur dan buah.

2. Rutin Olahraga: Lakukan aktivitas intensitas sedang seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang minimal 150 menit per minggu. Ini membantu tubuh menggunakan insulin lebih efisien.

3. Jaga Berat Badan Ideal: Turunkan 5% hingga 7% berat badan jika obesitas. Langkah ini terbukti memangkas risiko diabetes drastis.

4. Cek Gula Darah Berkala: Rutin medical check-up, terutama jika ada faktor genetik atau usia di atas 30 tahun, penting untuk deteksi dini.

Diabetes tipe 2 memang berbahaya, tapi bisa dikendalikan. Mulailah dari langkah kecil hari ini, seperti mengurangi minuman manis kemasan, demi masa depan yang lebih sehat.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :