Gangguan penerbangan akibat karhutla di Kalimantan melonjak dalam sepekan terakhir, dengan 409 penerbangan terdampak dan jarak pandang di sejumlah bandara turun hingga 50 meter.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan terus mengganggu operasionalf penerbangan. Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan mencatat 409 penerbangan terdampak selama periode 14–20 September 2026, melonjak 157,2% atau bertambah 250 penerbangan dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatat 159 penerbangan terdampak.
Lonjakan tersebut terdiri atas 141 penerbangan mengalami keterlambatan (delayed), 254 dibatalkan/ditunda (cancelled/postponed), dan 14 dialihkan (diverted). "Secara kategori, delayed meningkat dari 49 menjadi 141 penerbangan (187,8%), cancelled/postponed dari 106 menjadi 254 penerbangan (139,6%), dan diverted dari 4 menjadi 14 penerbangan (250%)," kata Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).
Ferdinan menerangkan pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan penyelenggara bandar udara, penyedia pelayanan navigasi penerbangan, operator penerbangan, serta instansi terkait.
Jarak Pandang Anjlok hingga 50 Meter
Selain peningkatan jumlah penerbangan terdampak, kondisi jarak pandang (visibility) juga mengalami penurunan signifikan. Pada periode ini, visibility terendah tercatat 50 meter di Bandara Tjilik Riwut, Iskandar, Haji Muhammad Sidik, dan APT Pranoto.
"Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mencatat visibility terendah 200 meter di Bandara Haji Muhammad Sidik," ujar Ferdinan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kelancaran operasional penerbangan.
Kalimantan Tengah Catat Dampak Tertinggi
Secara kewilayahan, Kalimantan Tengah mencatat dampak tertinggi dengan 201 penerbangan terdampak atau sekitar 49% dari total. Jumlah ini terdiri atas 79 delayed, 121 cancelled/postponed, dan 1 diverted, meningkat dari 107 penerbangan pada periode sebelumnya atau sekitar 87,9%. Rinciannya:
Tjilik Riwut: 37 delayed, 55 cancelled/postponed, 1 diverted, visibility 50–6.000 meter;
Iskandar: 30 delayed, 4 cancelled/postponed, visibility 50–9.000 meter;
H. Asan: 10 delayed, 6 cancelled/postponed, visibility 100–6.000 meter;
Haji Muhammad Sidik: 36 cancelled/postponed, visibility 50–2.000 meter;
Tumbang Samba: 2 cancelled/postponed;
Kuala Kurun: 2 cancelled/postponed, visibility 200 meter;
Kuala Pembuang: 2 delayed, 4 cancelled/postponed, visibility 8.000–10.000 meter;
Sanggu: tidak terdapat penerbangan terdampak, visibility 100–200 meter; dan
Dirung: 12 cancelled/postponed.
Kalimantan Timur: 138 Penerbangan Terdampak
Di Kalimantan Timur, tercatat 138 penerbangan terdampak atau sekitar 34%, terdiri atas 48 delayed, 77 cancelled/postponed, dan 13 diverted. Jumlah ini meningkat 116 penerbangan atau sekitar 527,3% dibandingkan periode sebelumnya yang hanya 22 penerbangan. Rinciannya:
SAMS Sepinggan: 17 delayed, 18 cancelled/postponed, 7 diverted, visibility 6.000–10.000 meter;
A.P.T. Pranoto: 24 delayed, 7 cancelled/postponed, 2 diverted, visibility 50–10.000 meter;
Kalimarau: 7 delayed, 25 cancelled/postponed, 2 diverted, visibility 1.500–9.000 meter;
Nusantara: tidak terdapat penerbangan terdampak, visibility 7.000–10.000 meter;
Datah Dawai: 15 cancelled/postponed;
Maratua: tidak terdapat penerbangan terdampak, visibility 2.000–10.000 meter; dan
Melalan: 12 cancelled/postponed, 2 diverted, visibility 300–7.000 meter.
Kalimantan Utara: 70 Penerbangan Terdampak
Sementara itu, Kalimantan Utara mencatat 70 penerbangan terdampak atau sekitar 17%, terdiri atas 14 delayed dan 56 cancelled/postponed. Jumlah ini meningkat 40 penerbangan atau sekitar 133,3% dibandingkan periode sebelumnya sebanyak 30 penerbangan. Rinciannya:
Juwata: 11 delayed, 20 cancelled/postponed, visibility 1.500–10.000 meter;
Tanjung Harapan: 2 delayed, 6 cancelled/postponed, visibility 300–8.000 meter;
Long Bawan: 2 cancelled/postponed, visibility 500–10.000 meter;
R.A. Bessing: 10 cancelled/postponed, visibility 3.000–9.000 meter;
Long Apung: 1 delayed, 18 cancelled/postponed, visibility 200–9.000 meter; dan
Nunukan: tidak terdapat penerbangan terdampak, visibility 3.000–10.000 meter.
Hak Penumpang Terjamin
Terkait pemenuhan hak-hak penumpang yang terdampak keterlambatan maupun pembatalan penerbangan, Ferdinan memastikan maskapai melaksanakan kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku. "Hak tersebut meliputi kompensasi, penjadwalan ulang (reschedule), maupun pengembalian biaya tiket secara penuh (full refund)," jelas Ferdinan.
Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan secara berkelanjutan serta meningkatkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan aspek keselamatan, keamanan, keteraturan, dan kelancaran operasional penerbangan tetap terjaga selama kondisi Karhutla masih berlangsung.



