Pekatnya asap karhutla tak hanya mengganggu kualitas udara, tetapi mulai melumpuhkan lalu lintas penerbangan di Kalimantan hingga memaksa puluhan pesawat dialihkan ke Balikpapan.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu pekatnya kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan terus mengganggu operasional penerbangan. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan kini menjadi tumpuan penampungan penerbangan yang dialihkan (divert) dari berbagai daerah.
Teranyar, dua penerbangan maskapai Garuda Indonesia dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dengan tujuan Samarinda dan Palangka Raya terpaksa mendarat darurat di Balikpapan, Kamis (17/9/2026).
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengonfirmasi dua penerbangan terdampak tersebut adalah Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 550 tujuan Palangka Raya dan GA 580 tujuan Samarinda.
"Hari ini kami mencatat ada dua pesawat dari maskapai Garuda Indonesia GA 550 dan GA 580 yang divert. Jumlah penumpang tujuan Samarinda sebanyak 125 orang dan tujuan Palangka Raya 143 orang," kata Iwan, Kamis (17/9).
Seluruh penumpang saat ini berada di Gate 1 Bandara SAMS Sepinggan sambil menunggu kepastian dan membaiknya jarak pandang di bandara tujuan. Pihak bandara belum bisa memastikan jadwal keberangkatan lanjutan karena sangat bergantung pada situasi karhutla di daerah tujuan.
Puluhan Penerbangan Dialihkan ke Balikpapan
Iwan menjelaskan bahwa kondisi jarak pandang di Bandara SAMS Sepinggan sejauh ini masih tergolong aman untuk penerbangan. Jarak pandang minimum di runway 07 berada pada angka 2.700 meter dan runway 25 sebesar 800 meter.
Oleh karena itu, Bandara SAMS Sepinggan siap mendukung dan menampung pesawat yang mengalami kendala pendaratan di bandara-bandara lain di Pulau Kalimantan.
"Sampai saat ini belum ada pesawat terdampak di bandara kami. Namun, kami support divert dari beberapa maskapai yang mestinya landing di Supadio (Pontianak), Tjilik Riwut (Palangka Raya), dan APT Pranoto (Samarinda). Saat ini sudah ada sekitar 20 sampai 30 pesawat yang divert ke Balikpapan," terangnya.
Iwan berharap situasi cuaca di wilayah Kalimantan segera pulih seiring mulai turunnya hujan di beberapa titik.
"Kami dapat informasi di Supadio Pontianak sudah ada hujan turun. Semoga situasi segera membaik sehingga penerbangan dapat kembali berjalan normal," tambah Iwan.
Curhat Penumpang: Dua Hari Tertahan di Jakarta
Pengalaman melelahkan harus dirasakan oleh Arnia, salah seorang penumpang Garuda Indonesia GA 550. Perjalanannya dari Pontianak menuju Palangka Raya (transit Jakarta) sudah diwarnai serangkaian penundaan penerbangan sejak Selasa (15/9/2026).
Penerbangannya dari Pontianak menuju Jakarta yang sedianya berangkat pagi hari berulang kali diundur hingga baru bisa lepas landas pukul 22.30 WIB. Sesampainya di Jakarta, ia harus tertahan selama dua hari karena penerbangan menuju Palangka Raya ditunda akibat buruknya jarak pandang akibat asap karhutla di Bandara Tjilik Riwut.
Asa untuk sampai ke Palangka Raya pada Kamis (17/9/2026) kembali kandas setelah pesawat yang ditumpanginya malah dialihkan mendarat di Balikpapan.
"Saya sudah dua hari tertahan di Jakarta karena asap di Palangkaraya. Hari ini terbang tapi malah dialihkan ke Balikpapan. Sudah 1,5 jam kami menunggu di sini dan belum ada kepastian berangkat," keluh Arnia di ruang tunggu Bandara SAMS Sepinggan.



