PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Skrining HIV Bontang Baru 59,71 Persen, 43 Kasus Baru Ditemukan

Home Berita Skrining Hiv Bontang Baru ...

Dinkes Bontang mencatat 43 kasus HIV baru sepanjang 2026. Di saat yang sama, cakupan skrining baru mencapai 59,71 persen. 


Skrining HIV Bontang Baru 59,71 Persen, 43 Kasus Baru Ditemukan
Hasil skrinning kasus HIV di Bontang mencatatkan angka baru. Foto ilustrasi HIV/AIDS. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

EKSPOSKALTIM, Bontang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang mencatat sebanyak 441 kasus baru HIV sepanjang periode 2021 hingga 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun, dari jumlah tersebut, 251 kasus merupakan laki-laki dan 147 kasus perempuan.

Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah penularan HIV, mulai dari skrining, deteksi dini, pengobatan hingga pemantauan terhadap pasien.

“Upaya ini kami lakukan secara terintegrasi melalui fasilitas pelayanan kesehatan, dengan melibatkan kelompok sasaran yang berisiko serta masyarakat secara luas,” katanya, Rabu (16/9/2026).

Berdasarkan data Dinkes Bontang, jumlah kasus baru HIV mengalami perubahan setiap tahunnya.

Ia mengungkapkan pada 2021 tercatat 53 kasus, kemudian meningkat menjadi 98 kasus pada 2022 dan mencapai 130 kasus pada 2023.

Lalu, kasus baru tercatat 65 kasus pada 2024, dan 52 kasus pada 2025.

"Kalau dari data laporan terbaru tahun ini, ada 43 kasus yang masuk," bebernya.

Dari hasil skrining sepanjang 2026, kasus HIV baru itu ditemukan melalui ibu hamil, lelaki seks dengan lelaki (LSL), wanita pekerja seks (WPS), waria, warga binaan pemasyarakatan, pasien tuberkulosis (TB), pasien infeksi menular seksual (IMS), serta pengguna narkotika suntik (penasun).

"Di 2026 ini, dari target skrining sebanyak 5.439 orang, sebanyak 3.248 orang telah menjalani pemeriksaan atau sekitar 59,71 persen," jelasnya.

Toetoek menyebut, cakupan tersebut masih terus dikejar agar dapat mencapai 100 persen hingga akhir 2026.

Khusus ibu hamil, pemeriksaan dilakukan secara rutin melalui program triple eliminasi yang mencakup skrining HIV, IMS, dan hepatitis.

Selain itu, seluruh warga binaan pemasyarakatan di Bontang yang berjumlah 1.232 orang telah mendapatkan skrining HIV.

"Pemeriksaan juga diperluas kepada calon pengantin dengan sasaran sekitar 2.000 orang setiap tahun," imbuhnya.

Selain itu, dari total 441 kasus yang tercatat, sekitar 299 orang masih menjalani pengobatan ARV. Sementara sekitar 152 orang tercatat meninggal dunia atau tidak lagi dapat dipantau karena lost to follow-up.

"Kami mengimbau masyarakat tidak takut melakukan pemeriksaan HIV, karena deteksi dan penanganan sejak dini dinilai penting agar orang yang terdiagnosis dapat segera memperoleh pengobatan sesuai kebutuhannya," tandasnya


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :