PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Cuaca Kalimantan Hari Ini: Udara Kabur Masih Mengintai Kaltim-Kalsel

Home Berita Cuaca Kalimantan Hari Ini ...

Meski cuaca di Samarinda diprakirakan berawan hingga cerah berawan, BMKG masih mendeteksi potensi udara kabur dan asap di sejumlah wilayah Kalimantan. 


Cuaca Kalimantan Hari Ini: Udara Kabur Masih Mengintai Kaltim-Kalsel
ILUSTRASI petugas BMKG. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada Senin didominasi kondisi berawan, berawan tebal hingga cerah berawan.

Untuk Kalimantan Timur, BMKG memperkirakan cuaca di Samarinda berada dalam kategori berawan hingga cerah berawan sepanjang hari.

Prakirawan BMKG Lintang mengatakan kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Pulau Jawa dan sejumlah daerah di Indonesia bagian timur.

“Secara umum potensi berawan hingga berawan tebal dan cerah berawan terjadi di Pulau Jawa dan Samarinda, serta wilayah Indonesia bagian timur,” ujarnya.

Meski cuaca di Samarinda relatif kondusif, BMKG masih memantau dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan.

Udara kabur diprakirakan masih terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat, dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sementara itu, kondisi asap atau kabut masih berpotensi muncul di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, serta Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla masih menjadi perhatian meskipun beberapa wilayah mulai mengalami penurunan aktivitas kebakaran dalam beberapa hari terakhir.

Di wilayah lain Indonesia, BMKG memperingatkan potensi hujan ringan di Medan, Padang, dan Tanjung Pinang.

BMKG juga mengingatkan adanya peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau.

Selain kondisi cuaca daratan, BMKG turut memantau perkembangan dinamika atmosfer yang berpotensi memengaruhi kondisi perairan.

Saat ini bibit Siklon Tropis 98W terpantau berada di daratan Kamboja. Namun BMKG menilai peluang sistem tersebut berkembang menjadi siklon tropis masih rendah dan tidak memberikan dampak signifikan terhadap wilayah Indonesia.

BMKG juga mencatat adanya sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik bagian timur Filipina. Sistem tersebut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah sekitarnya, namun belum berdampak langsung terhadap cuaca di Indonesia.

Sementara itu, peningkatan kecepatan angin permukaan terpantau di sejumlah wilayah perairan, mulai dari Laut Jawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Sulawesi, Laut Maluku, hingga perairan utara Papua.

“Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian gelombang laut di wilayah sekitarnya,” kata Lintang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara, terutama di wilayah Kalimantan yang masih menghadapi dampak musim kemarau dan karhutla.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :