Selama 21 tahun, persoalan status lahan membuat perbaikan jembatan menuju SMPN 5 Bontang tak kunjung tuntas.
EKSPOSKALTIM, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai menyiapkan langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan lahan jembatan menuju SMP Negeri 5 Bontang.
Pemkot menargetkan proses permohonan hibah sebagian lahan milik perusahaan dapat diajukan dalam waktu sekitar satu bulan.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menyebut upaya tersebut menjadi bagian dari percepatan penanganan jembatan, yang kondisinya terus mengalami penurunan setelah digunakan selama kurang lebih 21 tahun.
Ia mengatakan pemerintah akan melakukan komunikasi langsung dengan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).
"Perusahaan tersebut menaungi PT Kaltim Industrial Estate (KIE) dan PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI), yang berkaitan dengan kepemilikan lahan di kawasan tersebut," bebernya.
Menurutnya, persoalan lahan harus segera mendapat kepastian sebelum pemerintah melangkah lebih jauh pada pembangunan fisik.
“Dalam waktu dekat kami akan bertemu dengan pihak perusahaan. Kami ingin membahas langsung kemungkinan pemanfaatan sebagian lahan tersebut untuk kepentingan akses pendidikan,” tegasnya.
Ia menjelaskan Pemkot Bontang tidak ingin proses pengajuan hanya berhenti pada surat-menyurat.
Sejumlah perangkat daerah akan dilibatkan untuk memastikan pembahasan berjalan hingga mendapatkan solusi, di antaranya Dinas PUPRK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bontang.
Agus Haris menilai penggunaan lahan tersebut memiliki kepentingan publik yang kuat.
Sebab, jembatan menjadi akses penting bagi aktivitas SMP Negeri 5 dan digunakan setiap hari oleh siswa, tenaga pendidik maupun orang tua.
“Konsep dan kajiannya sudah kami siapkan. Sekarang yang perlu dipastikan adalah status lahannya. Kalau itu sudah clear, tahapan pembangunan bisa kami dorong lebih cepat,” katanya.
Pemkot juga berharap pihak perusahaan dapat memberikan dukungan terhadap rencana tersebut.
Agus menegaskan kondisi jembatan tidak bisa dibiarkan tanpa kepastian penanganan. Selain usia bangunan yang sudah cukup lama, struktur jembatan disebut mulai mengalami penurunan sehingga diperlukan solusi yang tidak hanya bersifat sementara.
“Kami akan kawal prosesnya sampai ada kejelasan. Prinsipnya, akses menuju sekolah ini harus aman dan layak digunakan,” pungkasnya.


