PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

21 Tahun Tak Diperbaiki, Jembatan SMPN 5 Bontang Kian Mengkhawatirkan

Home Berita 21 Tahun Tak Diperbaiki, ...

Setiap hari dilalui pelajar, tetapi jembatan menuju SMPN 5 Bontang justru tertahan persoalan lahan. Setelah 21 tahun tanpa perbaikan besar, permukaannya mulai turun dan pagar pengamannya keropos.


21 Tahun Tak Diperbaiki, Jembatan SMPN 5 Bontang Kian Mengkhawatirkan
Jembatan untuk akses keluar masuk ke SMPN 5 Bontang. Foto: Ekspos/Sa'adah

EKSPOSKALTIM, Bontang – Kondisi jembatan yang menjadi akses utama menuju SMP Negeri 5 Bontang semakin menghawatirkan kondisinya.

Pasalnya, infrastruktur yang telah digunakan selama sekitar 21 tahun itu disebut belum pernah mendapat peremajaan secara menyeluruh.

Kerusakan terlihat pada sejumlah bagian jembatan, termasuk permukaan yang mengalami penurunan.

Letaknya yang lebih rendah dibanding badan jalan juga membuat jembatan rawan tergenang air, ketika hujan dengan intensitas tinggi.

Situasi tersebut membuat akses menuju sekolah sempat terganggu karena air menutupi permukaan jembatan.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan perwakilan perusahaan, pun meninjau secara langsung keadaan jembatan, Senin (7/9).

Kepala SMP Negeri 5 Bontang, Muhiddin, mengatakan persoalan utama selama ini berkaitan dengan status lahan jembatan.

Akses tersebut berada di atas lahan yang masih berstatus pinjam pakai sehingga proses perbaikan membutuhkan penyelesaian administrasi terlebih dahulu.

“Sejak dijadikan akses masuk, jembatan ini belum pernah mendapat perbaikan besar, karena status lahannya masih pinjam pakai perusahaan, sehingga ruang untuk melakukan pembangunan menjadi terbatas,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi jembatan semakin perlu mendapat perhatian karena setiap hari digunakan oleh siswa, guru, maupun masyarakat yang melintas menggunakan sepeda motor dan mobil.

Ia juga menyoroti pagar pengaman di sisi jembatan yang mulai mengalami keropos.

Kondisi itu dinilai dapat membahayakan pengguna jalan, terutama para pelajar.

“Ketika hujan deras, kondisinya cukup menghkhawatirkan. Apalagi bagian pengamannya sudah tidak layak. Padahal jembatan ini menjadi jalur utama keluar-masuk sekolah,” keluhnya.

Jembatan tersebut diketahui berada di atas lahan milik dua perusahaan, yakni PT Kaltim Industrial Estate (KIE) dan PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI).

Pihak sekolah berharap persoalan status lahan dapat segera menemukan titik temu.

Salah satu opsi yang diharapkan adalah adanya hibah sebagian lahan perusahaan agar pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat untuk melakukan pembenahan.

“Kami harap bisa segera diperbaiki jembatannya, sehingga siswa dan guru bisa melintas dengan rasa aman,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris berkomitmen mengurus proses hibah ke perusahaan.

"Nanti saya akan antar untuk permohonan hibah ini," tandasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :