PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Penerbangan Samarinda–Jakarta Masih Lumpuh Imbas Abu Vulkanik, Ratusan Penumpang Terdampak

Home Berita Penerbangan Samarinda–j ...

Abu vulkanik dari erupsi Anak Gunung Krakatau membuat Bandara Soekarno-Hatta tetap ditutup, memaksa rute Samarinda–Jakarta kembali dibatalkan dan meninggalkan ratusan penumpang dalam ketidakpastian.


Penerbangan Samarinda–Jakarta Masih Lumpuh Imbas Abu Vulkanik, Ratusan Penumpang Terdampak
Penerbangan rute Samarinda–Jakarta di Bandara A.P.T. Pranoto masih dibatalkan akibat erupsi Anak Gunung Krakatau. Otoritas bandara terus menyiagakan penanganan penumpang sembari menunggu hasil observasi BMKG dan perubahan NOTAM keselamatan. /Bandara APT Pranoto

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Ancaman abu vulkanik akibat erupsi Anak Gunung Krakatau memicu ketidakpastian tinggi pada moda transportasi udara. Rute penerbangan Samarinda–Jakarta dipastikan masih mengalami pembatalan total menyusul penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pergerakan angin yang dinamis membuat kondisi cuaca amat sulit diprediksi, sehingga otoritas belum dapat memberikan kepastian waktu terkait pengoperasian kembali rute tersebut.

Pengelola bandara telah menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) sebagai langkah tegas dalam menjamin keselamatan penerbangan. Kepala Bandara A.P.T. Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, mengonfirmasi bahwa rute penerbangan Samarinda–Jakarta hari ini masih dibatalkan lantaran dampak erupsi.

“Proses penanganan penumpang dilakukan dengan lancar, dan juga telah disediakan tempat di terminal keberangkatan untuk menangani penumpang yang terdampak,” ungkapnya, Senin (7/9) saat dikonfirmasi.

Kadek menjelaskan bahwa keberangkatan penerbangan, baik yang bersifat insidental maupun yang telah terjadwal, sangat bergantung pada perkembangan situasi erupsi Anak Gunung Krakatau.

“Sekarang sudah diterbitkan NOTAM bahwa Bandara Soekarno-Hatta close karena adanya abu vulkanik, dan langkah penanganan tersebut terus menunggu perkembangan," jelasnya.

 

Ketidakpastian jadwal penerbangan ini disebabkan oleh evaluasi berkala yang terus dilakukan di lapangan. Apabila berdasarkan pengujian ulang, misalnya satu atau tiga jam kemudian, keberadaan abu vulkanik sudah tidak terdeteksi, NOTAM yang berlaku dapat dicabut dan diterbitkan dokumen pembaharuan yang baru.

“Jadi tidak ada waktu yang pasti kapan NOTAM itu akan dicabut, ditambah, atau diperpanjang,” tegasnya.

Menurut Kadek, NOTAM dapat diterbitkan sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. Penerbitan NOTAM akibat bencana alam ini serupa dengan penanganan gangguan teknis mendadak.

Sebagai contoh, apabila terdapat kerusakan peralatan yang mengancam keselamatan seperti fasilitas lampu landasan pacu (runway) yang mendadak padam akibat putusnya kabel, maka otoritas akan segera menerbitkan NOTAM untuk meniadakan penerbangan malam.

Faktor alam menjadi penyebab utama sulitnya menentukan kepastian jadwal penerbangan. Hembusan angin membawa materi abu vulkanik ke berbagai arah. Perubahan arah angin tersebut umumnya terjadi antara siang dan malam hari yang dipicu oleh perbedaan suhu udara. Kondisi dinamika atmosfer inilah yang membuat prakiraan cuaca terkadang presisi, namun dapat pula meleset dari perhitungan.

Saat ini, pihak pengelola bandara tetap bersiaga sembari menunggu hasil pengujian teknis di lapangan serta data observasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dampak pembatalan ini diperkirakan mengganggu rencana perjalanan ratusan pengguna jasa transportasi udara. Mengenai jumlah penumpang, Kadek mengungkapkan bahwa penumpang baru sebagian yang menghubungi pihak bandara.

Sebab jumlah penumpang sudah melakukan pembatalan atau refund melalui aplikasi tempat membeli tiket tidak bisa terdeteksi di lokasi.

Namun, dari total penumpangnya, rata-rata jika dilihat dari jumlahnya sekitar 140 orang dalam satu pesawat. “Jika dihitung rata-rata 140 dikali 4 penerbangan, diperkirakan yang terdampak mencapai kurang lebih 600-an penumpang sejak kemarin,” pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%100%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :