Api bahkan sempat muncul hanya sekitar 200 meter dari kawasan Hutan Lindung Sungai Wain, salah satu benteng terakhir hutan hujan tropis di tengah ekspansi kota.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Balikpapan selama masa fenomena El Nino kering sepanjang 2026 tercatat mencapai 31 kasus. Dari puluhan tersebut, ancaman karhutla sempat mendekati Kawasan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) di wilayah Balikpapan Utara.
Berdasarkan keterangan resmi Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Balikpapan, telah terjadi dua kali kebakaran lahan dalam kurun waktu berdekatan dengan lokasi hanya berjarak 200 meter dari kawasan HLSW.
Insiden pertama terdeteksi pada Rabu (12/8) dengan luas areal terbakar sekitar 1,1 hektare. Tak berselang lama, kejadian kedua kembali terdeteksi pada Jumat (14/8) dengan luas lahan yang hangus mencapai 5,5 hektare.
Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Pemkot Balikpapan, Zulkifli, membenarkan adanya puluhan titik karhutla tersebut. Meski demikian, ia menilai dampaknya sejauh ini masih tergolong dapat dikendalikan.
"Karhutla di Balikpapan ada 31 titik kejadian. Tapi kejadian ini tidak mengkhawatirkan karena skalanya kecil," ujar Zulkifli di Balikpapan, Selasa (25/8).
Zulkifli memerinci total luas lahan yang terbakar mencapai 16 hektare yang mayoritas berupa vegetasi semak belukar. Pemicu utamanya adalah kelalaian seperti pembuangan puntung rokok sembarangan dan pembakaran sampah yang merambat.
Secara pemetaan wilayah, karhutla tersebar di wilayah Balikpapan Selatan sebanyak 9 kejadian, Balikpapan Timur 9 kejadian, Balikpapan Tengah 3 kejadian dan titik terbanyak berada di Balikpapan Utara dengan 10 kejadian.
"Paling banyak memang di kawasan Balikpapan Utara karena wilayahnya paling luas," kata Zulkifli.
Ia menegaskan hingga saat ini belum ditemukan indikasi kesengajaan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Kendati demikian, Pemkot Balikpapan langsung memperketat pengawasan di lapangan untuk mengantisipasi kejadian yang lebih luas.
"Kita tingkatkan patroli agar tidak ada kejadian yang meluas dengan dampak besar. Kami imbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran apa pun di lapangan, termasuk sampah," tegasnya.


