PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

3 Juta Warga Terpapar Asap Karhutla, Dokter Paru Ingatkan Bahaya PM2.5

Home Berita 3 Juta Warga Terpapar Asa ...

Sekitar 3 juta warga terpapar kabut asap karhutla. Dokter paru mengingatkan bahaya partikel PM2.5 yang bisa masuk jauh ke dalam paru-paru.


3 Juta Warga Terpapar Asap Karhutla, Dokter Paru Ingatkan Bahaya PM2.5
Wakil menteri koordinator Pangan saat mengunjungi Kalimantan Selatan dalam rangkaian peninjauan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Jakarta - Sekitar tiga juta warga terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Dokter paru mengingatkan paparan partikel halus dalam asap dapat menembus jauh ke dalam paru-paru dan memicu gangguan kesehatan.

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan masyarakat di wilayah terdampak perlu menjaga kondisi tubuh sekaligus membatasi paparan asap.

“Perlu selalu menjaga dan memelihara kesehatannya. Perilaku hidup bersih dan sehat harus terus diterapkan agar daya tahan tubuh terjaga baik, sehingga dampak asap kebakaran hutan akan dapat dikendalikan dengan baik,” kata Tjandra. 

Ia juga meminta masyarakat mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan di luar rumah, terutama di kawasan yang berdekatan dengan lokasi kebakaran.

“Hindari perjalanan yang tidak terlalu perlu dan gunakanlah masker yang baik, bahkan bila perlu dalam bentuk respirator, kalau harus ke daerah dekat kebakaran hutan,” ujarnya.

Bahaya PM2.5

Tjandra menjelaskan salah satu ancaman utama dari asap karhutla berasal dari partikel berukuran sangat kecil atau PM2.5.

Karena ukurannya, partikel tersebut dapat terhirup hingga mencapai bagian dalam paru-paru, termasuk alveolus.

“Karena kecilnya partikel ini maka dapat masuk jauh ke dalam paru ke bagian yang disebut alveol paru, dan dampaknya dapat menyebar melalui peredaran darah dan mencetuskan terjadinya inflamasi atau peradangan,” jelasnya.

Asap karhutla juga dapat mengandung sejumlah senyawa berbahaya, antara lain nitrogen dioksida, ozon, hidrokarbon aromatik, serta berbagai bahan organik hasil pembakaran.

Menurut Tjandra, campuran zat kimia tersebut dapat membentuk paparan toksik yang berisiko terhadap kesehatan manusia.

Karena itu, masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan atau nyeri dada setelah terpapar kabut asap diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Tiga Juta Terpapar

Kementerian Kesehatan mencatat hingga Jumat (21/8/2026), karhutla telah berdampak terhadap 87 kabupaten/kota di tujuh provinsi, yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Dari wilayah terdampak tersebut, sekitar tiga juta warga di 37 kabupaten/kota tercatat terpapar kabut asap.

Paparan asap karhutla dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma dan penyakit paru.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat di daerah terdampak menggunakan masker dan memeriksa kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi paparan asap, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat karhutla.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :