EKSPOSKALTIM, Bontang – Kebakaran melanda sebuah bengkel kendaraan yang menyatu dengan rumah tinggal di RT 11, Desa Sukarahmat, Kutai Timur (Kutim), Jalan Poros Bontang–Kutim, Senin (24/08) sekitar pukul 12.00 Wita.
Saat kejadian, tujuh dari 13 anggota keluarga yang tinggal di rumah itu sedang berada di dalam. Mereka segera keluar setelah mengetahui bangunan dilalap api.
Pemilik rumah, Hariani (43), menjelaskan kobaran api pertama kali diketahui dari bangunan belakang, tepatnya di kamar yang sedang tidak digunakan.
Menurutnya, kondisi api sudah cukup besar ketika terlihat sehingga keluarga langsung berupaya menyelamatkan diri dan barang-barang yang masih memungkinkan untuk diamankan.
“Waktu itu kami sedang berada di bagian depan rumah. Tiba-tiba melihat api sudah membesar, kami langsung berusaha keluar dan menyelamatkan barang yang sempat dibawa,” katanya.
Bahkan, saat proses penyelamatan diri, suaminya, Lubis (52), mengalami cedera di bagian punggung, tangan, dan kaki.
"Suami saya mau mengamankan beberapa barang bengkel dari dalam bangunan yang terbakar, tapi cedera terkena api," jelasnya.
Segera Lubis dilarikan ke Rumah Sakit PKT untuk menjalani penanganan medis.
Hariani menjelaskan rumah tersebut memang digunakan sekaligus sebagai tempat usaha bengkel.
"Untuk bengkel kendaraan tidak berlangsung di dalam rumah, kami pakai di area bagian depan rumah, dan dapur juga berada di bagian depan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin, menyebut penyebab kebakaran masih dalam tahap pemeriksaan.
Meski demikian, dugaan awal mengarah pada gangguan instalasi listrik.
“Indikasi awal mengarah ke arus pendek listrik,” sebutny .
Ia juga mengingatkan pemilik usaha bengkel agar memperhatikan kesiapan alat keselamatan kebakaran.
Salah satunya dengan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di lokasi usaha.
Ia menegaskan APAR harus tersedia di setiap bengkel sebagai perlengkapan awal untuk mengantisipasi api sebelum membesar.
"Kalau terjadi kebakaran, masyarakat juga bisa segera menghubungi 113 supaya petugas dapat bergerak cepat,” tandasnya.


