PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Rumor Akuisisi Haji Isam Berbalik, Saham Bayan Rontok

Home Berita Rumor Akuisisi Haji Isam ...

Setelah sempat terbang hampir 20 persen di tengah rumor akuisisi oleh kelompok usaha Haji Isam, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) justru berbalik rontok hingga 14,91 persen. 


Rumor Akuisisi Haji Isam Berbalik, Saham Bayan Rontok
Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam (kanan) selaku pemilik Jhonlin Group, didampingi Dato’ Low Tuck Kwong selaku pemegang saham pengendali PT Bayan Resources Tbk, serta Norman Joesoef selaku pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI) atau Republikorp saat melalukan peninjauan lapangan bersama di area operasional tambang perseroan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Istimewa

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Rumor akuisisi PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh Jhonlin Grup berbalik menjadi tekanan di lantai bursa.

Setelah sempat melonjak hampir 20 persen dan menyentuh Rp17.275 per saham, BYAN terkoreksi tajam hingga Rp16.075 pada perdagangan Rabu (19/8/), atau sehari setelah perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan saham oleh Jhonlin Grup.

Berdasarkan data perdagangan yang dikutip dari Detik, saham berkode BYAN tersebut melemah 6,95 persen pada penutupan sesi I, setelah sempat anjlok 14,91 persen ke level Rp14.700 saat pembukaan perdagangan. Posisi tersebut jauh di bawah penutupan sehari sebelumnya di Rp17.275 per saham.

Tekanan terhadap saham Bayan terjadi setelah perseroan memberikan klarifikasi melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kabar mengenai rencana akuisisi sekitar 62,2 persen saham oleh Jhonlin Grup milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

Dalam keterbukaan informasi tersebut, Bayan menyatakan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan atau akuisisi saham perseroan sebagaimana informasi yang beredar.

“Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut,” tulis Corporate Secretary Bayan, Jenny Quantero, dalam keterbukaan informasi tersebut.

Manajemen BYAN juga menyatakan tidak mengetahui pihak yang terlibat, struktur transaksi, maupun porsi saham yang disebut-sebut akan diambil alih.

Namun, dalam klarifikasi yang sama, Bayan menyebut pemegang saham pengendalinya tetap dapat mempertimbangkan berbagai peluang investasi.

“Namun pemegang saham pengendali perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan,” tulis Jenny.

Dari Lonjakan ke Koreksi Tajam

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ekspos Kaltim (@eksposkaltim)

Pergerakan BYAN dalam beberapa hari terakhir berlangsung sangat volatil.

Pada perdagangan Selasa (18/8), saham Bayan ditutup di Rp17.275 per saham setelah menguat sekitar 19,97 persen. Data perdagangan juga menunjukkan BYAN menjadi salah satu saham yang mencatat kenaikan signifikan pada hari tersebut.

Namun, sehari setelah klarifikasi perseroan beredar, arah pergerakan saham berubah. Pada sesi I Rabu (19/8), BYAN turun Rp1.200 menjadi Rp16.075 atau terkoreksi 6,95 persen. Data BCA Sekuritas juga mencatat posisi tersebut sebagai salah satu saham yang mengalami penurunan cukup besar pada sesi pertama perdagangan.

Volume perdagangan BYAN hingga penutupan sesi I tercatat sekitar 3,79 juta saham dengan nilai transaksi Rp61,63 miliar. Frekuensi transaksi mencapai 5.251 kali.

Meski terkoreksi pada perdagangan Rabu, harga BYAN masih berada di atas posisi sebelum rumor akuisisi mencuat. Dalam lima hari perdagangan terakhir, saham tersebut tercatat menguat 33,68 persen berdasarkan data perdagangan yang dihimpun.

Pergerakan tersebut menunjukkan tingginya volatilitas saham BYAN dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, bersamaan dengan berkembangnya informasi mengenai kemungkinan perubahan kepemilikan saham pengendali.

Rumor Belum Menjadi Fakta Akuisisi

Kabar mengenai akuisisi sekitar 62,2 persen saham Bayan sebelumnya berkembang luas di pasar. Angka tersebut menarik perhatian karena mendekati gabungan kepemilikan Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low yang sebelumnya menjadi sorotan dalam pemberitaan mengenai rumor tersebut.

Sejumlah pemberitaan juga mengaitkan munculnya rumor dengan kunjungan Haji Isam bersama Dato’ Low Tuck Kwong dan Norman Joesoef ke area operasional Bayan di Kutai Kartanegara pada 15 Agustus 2026. Namun, keberadaan dalam satu agenda tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya transaksi pengambilalihan saham.

Kepada media ini, Pengamat Ekonomi Kaltim Purwadi Purwoharsodjo menilai gejolak tersebut perlu dilihat dari sisi keterbukaan informasi perusahaan terbuka. Ia mempertanyakan mengapa klarifikasi Bayan baru muncul setelah rumor berkembang luas dan turut memengaruhi pergerakan saham.

“Bayan ini kan bukan perusahaan ecek-ecek. Menurut saya sih agak aneh aja responnya kok lambat,” kata Purwadi kepada EksposKaltim, Rabu (19/8).

Purwadi juga meminta agar perkembangan rumor tersebut tidak dibiarkan menjadi spekulasi pasar yang tidak terkendali. Menurutnya, ketika perusahaan berstatus terbuka, informasi yang berpotensi memengaruhi harga saham perlu mendapat perhatian karena terdapat kepentingan investor publik.

“Jangan-jangan di Bursa Efek ada tukang broker yang suka goreng saham. Dan ini harusnya juga terpantau oleh manajemennya PT Bayan,” ujarnya.

Meski mengkritik waktu respons perusahaan, Purwadi mengakui keterbukaan informasi Bayan telah memberikan kejelasan mengenai posisi perseroan terhadap rumor tersebut.

“Tapi dari jawaban mereka itu mulai terbuka menurut saya, meski setelah ramai di media,” katanya.

Klarifikasi JARR

Klarifikasi juga datang dari PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR). Dalam surat kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 19 Agustus 2026, Direktur Utama JARR Indra Irawan menyatakan perseroan maupun grup tidak memiliki rencana untuk mengakuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) hingga tanggal surat tersebut.

JARR juga menyebut belum menerima konfirmasi atau pemberitahuan resmi dari pemegang saham pengendali maupun Ultimate Beneficial Owner (UBO) terkait rencana akuisisi BYAN.

Karena itu, perseroan menyatakan belum memiliki jadwal, tahapan, maupun keterbukaan informasi terkait aksi korporasi tersebut.

JARR menegaskan akan menyampaikan keterbukaan informasi apabila di kemudian hari terdapat rencana aksi korporasi atau fakta material yang telah bersifat pasti dan mengikat.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :