Sebanyak 11 dari 13 siswa SMP Vidatra yang sempat dirawat di RS LNG Badak setelah mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diperbolehkan pulang.
EKSPOSKALTIM, Bontang - Sebanyak 11 dari 13 siswa SMP Vidatra yang sebelumnya menjalani rawat inap di Rumah Sakit (RS) LNG Badak, usai mengalami keluhan kesehatan pasca-mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), kini telah diperbolehkan pulang.
Direktur Utama RS LNG Badak, Nurul Fathoni, mengatakan masih terdapat dua siswa yang menjalani perawatan karena masih mengalami mual. Namun, kondisi keduanya disebut berangsur membaik.
"11 sudah pulang, sisa 2 siswa lagi, yang harus tuntaskan pengobatannya," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (12/8).
Ia mengungkapkan pihaknya telah memberikan penanganan semaksimal mungkin, kepada para siswa yang datang dengan keluhan setelah mengonsumsi MBG.
Di sisi lain, salah satu orang tua yang enggan disebutkan namanya mengatakan, anaknya masih harus mendapatkan penanganan medis.
"Anak saya itu salah satu siswa yang harus masih dirawat inap, kan kemarin sampai pingsan dan sesak napas," jelasnya.
Terkait biaya perawatan, ia menyebut, anaknya didaftarkan menggunakan layanan BPJS.
Ia berharap, sang anak cepat pulih, agar bisa melanjutkan aktivitasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 13 siswa SMP Vidatra harus menjalani rawat inap di RS LNG Badak, usai mengalami muntah hingga pingsan, pasca menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 5, Senin (10/8).
Pemkot Bontang sebelumnya telah mengingatkan sekolah agar tidak lagi membolehkan siswa membawa pulang makanan sisa MBG. Wakil Wali Kota Agus Haris menyebut makanan MBG memiliki batas waktu konsumsi yang telah diperhitungkan sejak proses memasak hingga distribusi.
Kepala Dinas Kesehatan Bontang Toetoek Pribadi Ekowati menegaskan larangan tersebut merupakan arahan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mencegah risiko gangguan kesehatan akibat makanan yang dikonsumsi melewati batas waktu yang ditetapkan.


