PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Sudah Keracunan, Siswa Vidatra Kini Masih Dibayangi Biaya Perawatan

Home Berita Sudah Keracunan, Siswa Vi ...

Setelah mengalami keluhan hingga harus menjalani rawat inap akibat mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), belasan siswa SMP Vidatra kini menghadapi persoalan lain. 


Sudah Keracunan, Siswa Vidatra Kini Masih Dibayangi Biaya Perawatan
Kepala SMP Vidatra, Muhammad Solikhin dalam rapat evaluasi bersama Pemkot Bontang, Selasa (11/8). Foto: Ekspos/Nur

EKSPOSKALTIM, Bontang – SMP Vidatra mempertanyakan kepastian pembiayaan perawatan bagi 13 siswanya yang mengalami mual, muntah hingga sesak napas setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur SPPG Bontang Selatan 5.

Kepala SMP Vidatra, Muhammad Solikhin, mengatakan pihak sekolah memilih membawa siswa yang mengalami gejala ke RS LNG Badak karena kondisi mereka dinilai membutuhkan penanganan darurat.

“Kami tahu SOP-nya, jika ada keluhan MBG itu ke puskesmas. Tapi kalau dilihat dari kondisi anak-anak yang parah dan emergensi maka RS Badak menjadi tempat terdekat untuk penyelamatan jiwa,” ujarnya dalam rapat evaluasi MBG bersama Pemkot Bontang, Selasa (11/8).

Menurut Solikhin, dari 13 siswa yang dirawat, lima siswa mendapat jaminan pembiayaan karena orang tuanya merupakan karyawan PT Badak. Namun, tidak bagi delapan siswa lainnya. Mereka belum memiliki kepastian mengenai siapa yang akan menanggung biaya pengobatan.

“Ada lima anak yang ter-cover dari orang tuanya karena karyawan PT Badak, delapan anak lainnya kan tidak. Jadi kami minta kepastiannya soal biaya ini,” tegasnya.

Ia menambahkan siswa SMP Vidatra saat ini berasal dari berbagai latar belakang ekonomi. Tidak seluruhnya merupakan anak karyawan perusahaan, sehingga persoalan biaya perawatan menjadi perhatian serius bagi sekolah.

Tunggu Kepastian

Menanggapi hal tersebut, Kepala KPPG Regional Kalimantan, Paska Pakpahan, menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait mekanisme pertanggungjawaban biaya pengobatan para siswa.

Pihaknya juga akan memastikan terlebih dahulu kemungkinan pembiayaan melalui BPJS Kesehatan.

“Kami lihat nanti apakah bisa ter-cover BPJS atau tidak. Apabila nanti tidak ter-cover, nanti akan kita sampaikan terkait pertanggungjawabannya kepada pimpinan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris memastikan pemerintah daerah akan mengawal persoalan tersebut hingga ada kepastian bagi para siswa dan keluarganya.

“Pemerintah sebagai satgas tentu memastikan biaya perawatan medis anak-anak yang terdampak ini ditangani oleh pemerintah,” tandasnya.

Kasus ini bermula setelah puluhan siswa dan guru SMP Vidatra mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG pada Senin (10/8/2026). Sebagian siswa mengalami gejala ringan, sementara sejumlah lainnya harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :