PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Dugaan Keracunan MBG di Sebulu Kukar, Operasional Dapur MBG Ditutup

Home Berita Dugaan Keracunan Mbg Di S ...

Dapur MBG di Sebulu, Kutai Kartanegara, menghentikan operasional sementara setelah 85 penerima manfaat mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap makanan. 


Dugaan Keracunan MBG di Sebulu Kukar, Operasional Dapur MBG Ditutup
Operasional Dapur Makan Bergizi Gratis di Sebulu Kukar dihentikan usai puluhan siswa alami gejala keracunan makanan. (Foto : Istimewa)

EKSPOSKALTIM, Tenggarong — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebulu Ulu, Kutai Kartanegara (Kukar), menghentikan sementara operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), setelah puluhan penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan, Senin (3/8).

Penghentian operasional dilakukan sebagai langkah kehati-hatian sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap sampel makanan yang telah diamankan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar.

Kepala SPPG Sebulu Ulu Yayasan Wadah Lumbung Inklusi, Rahmatullah Ananda Putra, mengonfirmasi bahwa aktivitas dapur MBG dihentikan sejak Selasa (4/8) hingga proses pengumpulan data dan investigasi selesai.

"Untuk hari ini kami tidak beroperasi karena masih menyelesaikan penanganan terkait kejadian kemarin. Kami masih menunggu hasil pendalaman dan pengumpulan data, setelah itu baru menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan," ujar Rahmatullah.

Rahmatullah menjelaskan, pada hari kejadian pihaknya menyalurkan sebanyak 1.834 porsi makanan ke sejumlah sekolah penerima manfaat di Kecamatan Sebulu. Ia mengklaim seluruh tahapan pengolahan hingga distribusi telah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.

"Di sini dilakukan pengecekan organoleptik terlebih dahulu sebelum didistribusikan. Di sekolah juga ada person in charge (PIC) yang ikut mencicipi sebelum makanan dibagikan," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa bahan baku disuplai secara segar setiap hari. Mengenai menu olahan pentol yang ramai dipertanyakan masyarakat, Rahmatullah menegaskan produk tersebut diproduksi secara mandiri oleh dapur SPPG dan bukan menggunakan bahan beku (frozen food).

85 Orang Ditangani, Mayoritas Rawat Jalan

Secara terpisah, Dinas Kesehatan Kukar bersama Dinas Ketahanan Pangan telah melakukan inspeksi langsung ke lokasi dapur SPPG Sebulu Ulu. Selain melakukan penyelidikan epidemiologi, tim telah mengamankan dua paket makanan utuh sebagai sampel untuk diuji di BPOM.

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufida, mengungkapkan penanganan medis terus diberikan sejak pasien pertama tiba di Puskesmas Sebulu I pada Senin pukul 09.14 WITA. Hingga saat ini, total korban yang ditangani mencapai 85 orang.

"Sebanyak 82 orang menjalani rawat jalan, sedangkan tiga orang dirawat inap. Semua pasien telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur dan kondisi mayoritas korban tidak tergolong berat," ungkap Ismi.

Ismi menambahkan para pasien mengalami gejala khas keracunan makanan seperti mual, muntah, dan pusing. Meski demikian, seluruh stok obat-obatan serta cairan infus dipastikan mencukupi dan kondisi para korban stabil.

Terkait dugaan awal yang mengarah pada salah satu komponen makanan seperti olahan pentol, Ismi meminta semua pihak tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi uji laboratorium.

"Saya belum bisa menyimpulkan makanan yang mana sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar, jangan sampai nanti menyesatkan. Hasil pemeriksaan sampel makanan di laboratorium BPOM diperkirakan baru keluar sekitar dua minggu ke depan," tegas Ismi.

Selama proses investigasi menyeluruh berlangsung dan hasil uji laboratorium belum keluar, distribusi Program Makan Bergizi Gratis dari Dapur SPPG Sebulu Ulu dipastikan tetap dibekukan.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :