PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Lumba-Lumba yang Viral di Sungai Mahakam Ditemukan Mati di Loa Kulu

Home Berita Lumba-lumba Yang Viral Di ...

Perjalanan lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik yang sempat menghebohkan warga Kalimantan Timur berakhir tragis.


Lumba-Lumba yang Viral di Sungai Mahakam Ditemukan Mati di Loa Kulu
Warga menemukan Lumba-lumba laut hidung botol Indo-Pasifik di perairan Sungai Mahakam Kecamatan Loa Kulu, Sabtu (18/7/2026) kemarin. Foto: Istimewa

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Lumba-lumba laut hidung botol Indo-Pasifik yang sebelumnya sempat viral di media sosial karena masuk ke perairan Sungai Mahakam, Kalimantan Timur (Kaltim), ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Bangkai mamalia laut tersebut ditemukan mengambang di perairan Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Saat pertama kali ditemukan oleh warga pada Sabtu (18/7), kondisi tubuh biota laut dilindungi ini sudah membengkak dan mengalami fase pembusukan dengan kulit yang mulai mengelupas.

Kepala Balai Pengelolaan Kelautan (BPK) Pontianak, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, mengonfirmasi bahwa pihaknya bersama masyarakat setempat telah melakukan penanganan cepat terhadap bangkai mamalia tersebut. Proses penguburan rampung dilaksanakan di Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, pada Minggu (19/7) sekitar pukul 17.31 WITA.

"Berdasarkan identifikasi awal tim di lapangan, biota laut tersebut positif merupakan jenis lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik (Tursiops aduncus) dengan panjang tubuh mencapai 229 sentimeter," kata Iwan, Minggu (19/7).

Karena kondisi satwa sudah mati dan mulai membusuk, prosedur penanganan dilakukan secara khusus. Petugas terlebih dahulu melakukan pencatatan morfologi, pengukuran dimensi tubuh, dokumentasi forensik, serta mengambil sampel jaringan kulit satwa untuk kebutuhan analisis DNA lebih lanjut.

"Mengenai penyebab pasti serta waktu kematiannya, kami belum bisa menyimpulkan secara medis karena hal tersebut harus diperiksa oleh dokter hewan, sedangkan di tim kami saat ini belum ada dokter hewan," tambahnya.

Diduga Dipicu Perbedaan Salinitas Air Sungai Mahakam

Kendati penyebab medis belum keluar, Iwan menduga kuat lumba-lumba laut tersebut mati akibat mengalami disorientasi hingga tersesat jauh ke perairan Sungai Mahakam yang merupakan habitat air tawar.

Perubahan drastis pada kadar keasinan air (salinitas) dari laut ke air tawar diduga menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi kesehatan fisik mamalia tersebut secara cepat.

"Satwa ini ditemukan di perairan tawar, padahal habitat aslinya adalah di laut lepas. Kemungkinan besar kondisi perbedaan salinitas air yang sangat ekstrem ini berpengaruh pada tubuhnya. Namun, kami tidak ingin berspekulasi berlebihan sebelum ada bukti ilmiah dari laboratorium," jelas Iwan.

Merespons peristiwa ini, pihak BPK Pontianak mengingatkan masyarakat luas bahwa lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik merupakan salah satu jenis fauna yang berstatus dilindungi penuh oleh hukum Indonesia. Aturan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 Tahun 2025 tentang Jenis Ikan yang Dilindungi.

Dengan status perlindungan penuh tersebut, negara melarang keras segala bentuk aktivitas pemanfaatan ilegal terhadap satwa ini, baik dalam kondisi hidup maupun sudah menjadi bangkai. Aturan ketat ini meliputi larangan untuk menangkap, melukai, dan membunuh, memelihara atau memiliki secara pribadi, mengangkut dan memperdagangkan secara ilegal, serta mengambil bagian tubuh atau produk turunannya.

"Apabila di kemudian hari masyarakat kembali menemukan lumba-lumba dalam kondisi terdampar, terluka, tersesat, ataupun mati, kami meminta agar tidak melakukan penanganan mandiri secara sembarangan. Jangan mengambil bagian tubuhnya, dan segera laporkan ke petugas berwenang atau aparat desa terdekat," imbau Iwan.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :