Mulai 7 September, bakal calon bisa mengambil formulir pendaftaran, namun mereka wajib mengantongi sedikitnya 22 surat dukungan sebelum melangkah ke arena pemilihan.
EKSPOSKALTIM, Bontang – Persaingan menempati kursi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang periode 2026-2030 segera memasuki tahap penjaringan.
Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) menetapkan 7 September 2026, sebagai hari pertama pengambilan formulir bagi kandidat yang ingin maju dalam pemilihan tersebut.
Ketua TPP, Herdy mengungkapkan, masa pengambilan formulir berlangsung sampai 12 September 2026 mendatang.
Peserta dapat mengambil dokumen pendaftaran di Sekretariat TPP yang berada di Kantor Dispopar Bontang lantai tiga, setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 Wita.
Setelah formulir diperoleh, kandidat diberi kesempatan mengembalikan berkas, sekaligus membawa seluruh dokumen persyaratan pada 9-15 September 2026.
Lalu, tahapan selanjutnya adalah pemeriksaan administrasi. Proses verifikasi dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 15-17 September 2026.
“Ketentuan pendaftaran sudah kami susun dan kami akan periksa satu per satu untuk memastikan persyaratannya terpenuhi,” katanya, Jum'at (4/9).
Salah satu ketentuan penting yang harus dipenuhi kandidat ialah memperoleh dukungan tertulis dari anggota KONI Bontang.
Dukungan tersebut minimal berasal dari 30 persen cabang olahraga (cabor) serta 30 persen organisasi fungsional.
Ditambahkan, Plt Sekretaris KONI Bontang, Fahri Jacub, bahwa saat ini terdapat 67 cabor yang tercatat sebagai anggota KONI Bontang.
Berdasarkan persentase dukungan yang dipersyaratkan, kandidat setidaknya harus mendapatkan rekomendasi dari 21 cabor dan satu organisasi fungsional.
"Artinya bakal calon perlu mengumpulkan sedikitnya 22 surat dukungan sebagai bagian dari kelengkapan pencalonan," bebernya.
Tak hanya persoalan dukungan, calon ketua juga dituntut memiliki kapasitas dalam mengelola organisasi.
Kemampuan manajerial, pemahaman terhadap AD/ART KONI, serta kapasitas untuk menaungi dan menyatukan masyarakat olahraga menjadi bagian dari persyaratan.
Pengalaman organisasi juga menjadi salah satu pertimbangan. Kandidat harus pernah menjabat sebagai ketua umum cabor, ketua umum KONI, atau menjadi bagian dari kepengurusan KONI.
"Pengalaman tersebut harus dapat dibuktikan melalui surat keputusan kepengurusan," lanjutnya.
TPP juga menetapkan aturan mengenai pemberian dukungan. Setiap cabor maupun organisasi fungsional hanya boleh memberikan dukungan kepada satu kandidat. Setelah dukungan disampaikan, keputusan tersebut tidak dapat ditarik kembali.
Seluruh proses penjaringan dan penyaringan akan berujung pada pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) Luar Biasa KONI Bontang.
Hasil kerja TPP nantinya disampaikan kepada pimpinan sidang untuk menjadi bagian dari proses pemilihan.
"Musorkot Luar Biasa tersebut dijadwalkan digelar pada 19 September 2026," tandasnya.



