PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Sudah Berdiri, Kapan Melayani Pasien? DPRD Kaltim Soroti Gedung Pandurata AWS

Home Berita Sudah Berdiri, Kapan Mela ...

Di tengah tingginya kepadatan layanan RSUD Abdoel Wahab Sjahranie, masyarakat masih menunggu pemanfaatan Gedung Pandurata yang telah selesai dibangun. DPRD Kaltim pun meminta pemerintah memastikan kapan gedung perawatan baru itu mulai beroperasi.


Sudah Berdiri, Kapan Melayani Pasien? DPRD Kaltim Soroti Gedung Pandurata AWS
Komisi III DPRD Kalimantan Timur meninjau langsung kesiapan Gedung Pandurata RSUD AWS Samarinda guna memastikan percepatan operasional gedung perawatan baru. Ekspos/Sintya

EKSPOSKALTIM, Samarinda — Meski pembangunan fisik Gedung Pandurata RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) telah rampung, kepastian kapan gedung perawatan tersebut mulai melayani pasien masih mengambang. Komisi III DPRD Kaltim turun langsung melakukan kunjungan ke gedung tersebut pada Senin (20/7) untuk memastikan progres penyelesaian fasilitas penunjang sekaligus meminta kepastian jadwal operasional kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Fokus utama pengawasan legislatif bukan lagi pada pembangunan fisik, melainkan kesiapan gedung agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan kapasitas layanan rumah sakit.

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, mengatakan pihaknya ingin memastikan tindak lanjut pembangunan gedung perawatan yang telah selesai dibangun tidak berlarut-larut hingga akhirnya terlambat dioperasikan.

“Kami turun untuk memastikan tindak lanjut pembangunan gedung perawatan yang sudah dibangun,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat kini membutuhkan kepastian, bukan sekadar informasi bahwa pembangunan masih berproses. Karena itu, DPRD secara khusus meminta Dinas Kesehatan dan Direksi RSUD AWS menyampaikan target waktu operasional gedung kepada publik.

Selain memastikan kesiapan gedung utama, rombongan juga meninjau sejumlah fasilitas pendukung yang masih dalam tahap penyempurnaan. Abdulloh berharap seluruh sarana penunjang dapat segera dilengkapi agar kualitas pelayanan kesehatan meningkat ketika gedung mulai difungsikan.

Selain menuntut jadwal operasional, rombongan legislatif juga menyoroti infrastruktur pendukung seperti keterbatasan lahan parkir dan jalan akses menuju rumah sakit. Mengenai parkir, Abdulloh menyampaikan bahwa masalah tersebut akan diatasi lewat pengembangan kawasan memanfaatkan lahan sekitar 5.336 meter persegi dari Kementerian Kesehatan.

Ia juga menekankan pentingnya pembenahan jalan lingkungan demi keselamatan pasien.

"Termasuk jalan-jalan yang dirasa masih rusak agar pasien yang mau melahirkan, kalau jalannya mulus kan bagus. Jalan lingkungan ini juga menjadi prioritas pengembangan berikutnya," jelas Abdulloh.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, menjelaskan bahwa gedung secara umum sudah siap dan pekerjaan tersisa hanya bersifat penyempurnaan minor.

“Dinkes sudah disiapkan anggaran pembelian alat kesehatan, termasuk dari rumah sakit untuk interiornya. Mudah-mudahan akhir tahun selesai, dan Januari atau Februari bisa dioperasikan," ujar Jaya.

Jaya mengungkapkan kebutuhan anggaran alat kesehatan secara keseluruhan mencapai sekitar Rp250 miliar, namun pemerintah baru mengalokasikan Rp100 miliar tahun ini. Untuk menyiasatinya, operasional gedung akan dilakukan secara berjenjang.

“Nanti operasionalnya bertahap. Langkah ini diambil agar mempercepat pemanfaatan, sebab kalau menunggu semuanya akan perlu waktu sangat lama," terangnya.

Menurutnya, strategi operasional juga akan dilakukan secara bertahap mengikuti kesiapan fasilitas dan peralatan. Gedung tidak akan langsung membuka seluruh lantai, melainkan dioperasikan secara berjenjang agar masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya tanpa harus menunggu seluruh proses selesai.

Ia menegaskan percepatan operasional menjadi kebutuhan mendesak mengingat tingginya beban layanan RSUD AWS, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang rawat inap yang selama ini kerap mengalami kepadatan.

“Makanya secepatnya kita bisa lakukan percepatan untuk operasional Gedung Pandurata untuk RS AWS,” pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :