EKSPOSKALTIM, Sangatta — Teka-teki kematian tragis seorang pelajar SMP berinisial BE (15) di tepi Jalan Loging, Desa Tanjung, Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), akhirnya terungkap. Sempat diduga menjadi korban pembegalan, remaja malang tersebut nyatanya tewas akibat kelalaian fatal seorang petani kelapa sawit.
Korban ditemukan tewas mengenaskan dengan luka robek menganga di bagian leher pada Jumat (17/7) siang. Polisi memastikan luka mematikan itu berasal dari hantaman dodos, alat panen kelapa sawit berbentuk tombak besi tajam, milik seorang petani setempat berinisial S.
Kasus memilukan ini mulai diselidiki setelah Polsek Rantau Pulung menerima laporan warga sekira pukul 14.30 WITA mengenai adanya anak yang terkapar bersimbah darah di samping sepeda motornya yang masih menyala.
Mengingat luka korban yang tidak wajar, Tim Macan Satreskrim Polres Kutim dikerahkan untuk mem-back up penuh penyelidikan. Petugas gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang, memeriksa saksi-saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang rute jalan.
"Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan luka robek akibat senjata tajam pada leher korban. Penyelidikan mendalam akhirnya mengarah pada tersangka S," ujar Kapolsek Rantau Pulung, Iptu Samuel Tarihora, Ahad, 19 Juli.
Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, S terpantau berkendara menggunakan sepeda motor sambil memikul dodos di bahu kirinya. Sialnya, ujung dodos yang berupa mata tombak lebar dan sangat tajam itu dibawa dalam kondisi terbuka tanpa bungkus pengaman.
Saat melintas di lokasi kejadian, korban BE yang mengendarai motor dari arah belakang diduga melaju terlalu dekat. Senggolan tak terhindarkan terjadi, di mana mata dodos tajam milik S langsung merobek leher korban. Korban sempat melaju beberapa puluh meter menahan sakit sebelum akhirnya tumbang dan meninggal dunia akibat pendarahan hebat.
Tersangka Menyerahkan Diri
IPTU Samuel membeberkan tersangka S mengaku menyadari bahwa dodosnya telah mengenai pengendara lain. Ia bahkan sempat melihat korban menghentikan motornya dan turun ke tepi jalan dalam kondisi terluka.
"Namun, karena didera rasa panik dan takut diamuk massa di lokasi, tersangka memilih melanjutkan perjalanan pulang ke rumah," jelas Samuel.
Rasa bersalah membuat pelarian S tidak bertahan lama. Pada Sabtu pagi, saat tim gabungan Polres Kutim bersiap melakukan penangkapan, S didampingi menantunya memilih datang langsung ke Mapolsek Rantau Pulung untuk menyerahkan diri.
Polisi kini menetapkan S sebagai tersangka atas perkara kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia. Sejumlah barang bukti, termasuk bilah dodos sawit maut dan sepeda motor pelaku, telah disita.


.jpeg)
