Namun BMKG mencatat potensi hujan ringan hingga sedang masih mengintai di sejumlah wilayah Kalimantan, seiring aktivitas atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
EKSPOSKALTIM, Samarinda — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) akan didominasi cuaca berawan pada Sabtu (18/7).
Meski demikian, masyarakat di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) diminta mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Prakirawan BMKG Selly Brilian menjelaskan, secara umum terdapat sejumlah daerah konvergensi atau pertemuan massa udara yang memanjang di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Timur. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilaluinya.
"Daerah konvergensi terpantau memanjang di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Laut Jawa, hingga sejumlah wilayah lainnya. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan," ujar Selly dalam prakiraan cuaca BMKG, Sabtu (18/7).
Untuk wilayah Kalimantan, BMKG memprakirakan cuaca di Samarinda dan Banjarmasin didominasi kondisi berawan sepanjang hari. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Palangka Raya.
Sementara itu, Kota Tanjung Selor di Kalimantan Utara berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. BMKG mengingatkan hujan yang terjadi berpotensi disertai kilat maupun angin kencang pada waktu-waktu tertentu.
Selain Tanjung Selor, hujan ringan hingga sedang juga diprakirakan terjadi di Pontianak, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Mamuju, Kendari, Palu, Sorong, Jayapura, dan Jayawijaya.
Di tingkat nasional, BMKG mencatat potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang terutama berada di wilayah Padang, Sumatera Barat.
Meski cuaca di Samarinda dan Banjarmasin relatif kondusif dengan dominasi awan, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan cuaca terkini, terutama bagi pelaku transportasi sungai, nelayan, serta masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.



