Aktivitas atmosfer yang berkembang di wilayah barat Indonesia diperkirakan membawa hujan ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Jumat, 03 Juli 2026 10:14 WITA
EKSPOSKALTIM, Samarinda— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan sama-sama dipengaruhi kondisi atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan pada Jumat (3/7/2026).
Prakirawan BMKG Sastia menjelaskan, hujan ringan berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Timur, termasuk Samarinda. Sementara itu, kondisi cuaca yang lebih ekstrem perlu diwaspadai masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya di Banjarmasin.
"Hujan ringan diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera, Palangka Raya, dan Samarinda," ujar Sastia dalam siaran prakiraan cuaca yang dipantau dari Jakarta, Jumat (3/7).
BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir di sejumlah wilayah Kalimantan. Berdasarkan analisis cuaca, Banjarmasin menjadi salah satu kota yang masuk dalam daftar wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem tersebut.
Selain Banjarmasin, potensi hujan petir juga diprakirakan terjadi di Tanjung Selor, Kalimantan Utara.
BMKG menjelaskan kondisi cuaca basah yang terjadi di wilayah Indonesia bagian barat dipengaruhi oleh aktivitas sirkulasi siklonik yang terpantau berada di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera Barat.
Sistem tersebut membentuk daerah pertemuan angin atau konfluensi yang memanjang di sejumlah wilayah perairan Indonesia bagian barat, mulai dari kawasan barat Sumatera hingga Laut Natuna Utara dan Laut China Selatan.
Kondisi itu turut mendukung pertumbuhan awan hujan di berbagai daerah, termasuk sebagian wilayah Kalimantan.
Sementara itu, sejumlah kota besar lain di Indonesia diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan tebal, di antaranya Banda Aceh, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.



